Indef Nilai Realisasi RPJMN 2020-2024 Rentan Temui Jalan Terjal

    Nia Deviyana - 28 November 2019 17:46 WIB
    Indef Nilai Realisasi RPJMN 2020-2024 Rentan Temui Jalan Terjal
    Ilustrasi. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
    Jakarta: Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 akan menemui jalan terjal, bahkan sejak tahun pertama yakni 2020.

    Adapun pada RPJMN 2020-2024, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen hingga 6,5 persen pada 2024. Artinya, pada kondisi pesimistis, pertumbuhan ekonomi ditarget di angka 5,5 persen. Sementara pada kondisi moderat ditargetkan 6,1 persen, dan pada kondisi optimistis ditargetkan di 6,5 persen.

    Pada tahun depan pertumbuhan ekonomi ditargetkan akan mencapai minimal 5,3 persen. Berkaca pada pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 yang hanya 5,02 persen, maka target-target yang dibuat dianggap jauh dari kemungkinan tercapai.

    "Alasannya adalah ancaman resesi global pada 2020 yang dinilai mempunyai dampak bagi Indonesia," tulis tim peneliti Indef dalam bukunya berjudul "Kabinet Baru dan Ancaman Resesi Ekonomi." dikutip Kamis, 28 November 2019. 

    Lebih lanjut Indef menilai pada 2020 hingga 2024, Indonesia sebenarnya mempunyai bonus demografi yang mampu menunjang akselerasi pertumbuhan ekonomi. Namun, pengaruh resesi global dinilai akan meruntuhkan keuntungan bonus demografi.  Belum lagi ancaman perang dagang AS-Tiongkok menjadi faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

    "Perang dagang akan menghambat arus barang ekspor Indonesia karena permintaan dari Tiongkok maupun AS akan menurun. Karena itu, penting bagi Indonesia untuk membuka pangsa pasar baru yang potensial untuk ekspor."

    Selain ancaman perang dagang, harga komoditas diduga akan mengalami penurunan yang akan menyebabkan tergerusnya ekspor nasional. Perlambatan ini akan semakin memperlebar defisit neraca transaksi berjalan dan mengurangi pajak dari sektor komoditas mentah.

    Selain seretnya ekspor komoditas, investasi asing juga akan menurun seiring krisis global, utamanya investor dari Eropa. Investasi dari indonesia akan lari ke pasar keuangan yang sifatnya jangka pendek seperti pasar saham.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id