Inflasi Mei Masih Rendah, BI: Permintaan Domestik Belum Kuat

    Husen Miftahudin - 03 Juni 2021 08:03 WIB
    Inflasi Mei Masih Rendah, BI: Permintaan Domestik Belum Kuat
    Ilustrasi gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2021 masih dalam tren rendah. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang masih belum kuat.

    Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK pada Mei 2021 tercatat sebesar 0,32 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen (mtm).

     



    Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di semua kelompok yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK Mei 2021 tercatat 1,68 persen (yoy), meningkat dari inflasi bulan lalu sebesar 1,42 persen (yoy).

    "Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0 persen ± 1 persen," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran persnya, Kamis, 3 Juni 2021.

    Sementara itu, kelompok inti pada Mei 2021 mencatat inflasi 0,24 persen (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,14 persen (mtm). Peningkatan inflasi inti tersebut didorong oleh tekanan inflasi komoditas emas perhiasan.

    Erwin mengungkapkan bahwa tekanan inflasi komoditas emas perhiasan terjadi seiring dengan kenaikan harga emas global dan peningkatan permintaan musiman selama perayaan Idulfitri. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,37 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi April 2021 sebesar 1,18 persen (yoy).

    "Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi," tuturnya.

    Di sisi lain, kelompok volatile food mengalami inflasi 0,39 persen (mtm) pada Mei 2021, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,15 persen (mtm). Peningkatan tersebut didorong oleh inflasi komoditas daging ayam ras, ikan segar, dan minyak goreng sejalan dengan peningkatan permintaan selama Ramadan-Lebaran dan kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) global.

    Tekanan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas hortikultura seiring masa panen yang masih berlangsung. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 3,66 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,73 persen (yoy).

    Untuk kelompok administered prices pada Mei 2021 mencatat inflasi sebesar 0,48 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,11 persen (mtm). Perkembangan tersebut didorong oleh peningkatan tarif berbagai angkutan khususnya angkutan udara, angkutan antarkota, dan kereta api seiring hari raya Idulfitri 1442 Hijriah.

    "Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,93 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,12 persen (yoy)," pungkas Erwin.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id