• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bank Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,18%

Annisa ayu artanti - 06 Desember 2018 18:14 wib
Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tetap tinggi, meskipun gejolak global dan domestik masih membayangi di tahun depan.

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2019 akan mencapai 5,18 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi capaian akhir 2018 yang diperkirakan hanya mencapai 5,14 persen.

"Tahun ini 5,14 persen, tahun depan 5,18 persen," kata Wisnu saat pemaparan economic outlook, di Menara Danamon, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Wisnu menjelaskan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan dipicu dari pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di 2019, konsumsi masyarakat masih akan mencatatkan hasil yang kuat karena penambahan tabungan domestik bruto (GDS) sepanjang 2014-2017.

Dia melanjutkan, di tahun depan bonus yang diterima karyawan dan dana bantuan sosial (bansos) pemerintah juga meningkat sehingga spending orang untuk belanja akan naik.

"Kami agak optimistis karena bonus akan lebih besar. Kedua, bansos pemerintah naik lagi Rp80 triliun menjadi Rp103 triliun. Kalau lapisan bawah yang dikasih (dana), akan spending ke sektor-sektor defensif, seperti makanan, pakaian, dan kesehatan," jelas dia.

Sementara untuk proyeksi nilai tukar rupiah, Wisnu menambahkan, posisi yang ditaksirnya adalah Rp14.800 per USD. Ia memprediksi rupiah belum cukup kuat di tahun depan karena masih banyak tekanan ekonomi yang dihadapi.

Di sisi lain beberapa tekanan yang dihadapi adalah posisi transaksi berjalan dan ekspor-impor juga tidak jauh berbeda dari tahun ini. Lalu, masih banyak yang akan berinvestasi di mata uang safe haven, serta kemungkinan The Fed dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan menaikkan suku bunganya yang berdampak pada portofolio yang masuk ke Indonesia.

"Jadi kemungkinan rupiah masih ada tekanan tahun depan Rp14.800 per USD," pungkas dia.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.