comscore

Ada Pembangunan Ibu Kota, Sri Mulyani Sampaikan Fokus APBN

Eko Nordiansyah - 18 Januari 2022 16:18 WIB
Ada Pembangunan Ibu Kota, Sri Mulyani Sampaikan Fokus APBN
Ibukota baru. Foto : Kementerian PUPR.
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, bagaimana fokus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setelah adanya rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Menurut dia, pemerintah akan tetap fokus untuk menangani pandemi covid-19 sebagai salah satu tantangan yang masih dihadapi.

Dalam Undang-Undang (UU) IKN telah disebutkan tahapan pemindahan IKN ke Kalimantan Timur akan dibagi dalam lima tahapan. Dari tahapan tadi, tahap pertama antara 2022 hingga 2024 dinilai Sri Mulyani merupakan yang paling kritis sehingga membutuhkan perhatian lebih ekstra dari sisi anggaran pemerintah.
"Kami dari Kementerian Keuangan tentu kita memahami, kita sekarang masih dalam situasi pandemi covid dan kita juga sedang dalam rangka pemulihan ekonomi, dua hal ini akan tetap menjadi utama," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 18 Januari 2022.

Namun begitu, ia menyebut pembangunan infrastruktur dasar sebagai awal mula pembangunan IKN bisa dikategorikan sebagai salah satu program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Apalagi saat ini pemerintah belum sepenuhnya mengalokasikan penggunaan anggaran PEN yang mencapai Rp450 triliun tahun ini.

"Jadi ini yang nanti kita desain, baik untuk 2022 karena seperti yang diketahui paket untuk PEN sebesar Rp450 triliun masih belum dispesifikasi seluruhnya. Jadi ini nanti mungkin bisa dimasukkan bagian dari program pemulihan ekonomi sekaligus membangun momentum pembangunan IKN baru," ungkapnya.

Tahun ini anggaran PEN akan tetap difokuskan untuk penanganan covid-19, bantuan sosial bagi masyarakat, serta akselerasi pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah akan mendesain kebutuhan awal terutama pelaksanaan akses infrastruktur bisa masuk dalam kategori penguatan pemulihan ekonomi dalam program PEN 2022.

"Untuk 2023 dan 2024 maka kita juga harus dengan melihat perkembangan covid, ada juga momentum lain yaitu pemilu yang harus disiapkan tahun 2024 yang anggarannya mungkin akan cukup besar di 2023 dan 2024, dan tentu kemudian pembangunan IKN. Ini yang nanti kita bahas bersama dengan Bappenas," pungkas dia.

(EKO)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id