comscore

Cerita Sri Mulyani Ikut Terima 'Surat Cinta' dari DJP untuk Ikut PPS

Eko Nordiansyah - 01 Juli 2022 20:07 WIB
Cerita Sri Mulyani Ikut Terima Surat Cinta dari DJP untuk Ikut PPS
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Moh Irfan.
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menerima surat elektronik (e-mail) yang dikirim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Menurutnya, 'surat cinta' ini diterima hampir seluruh wajib pajak.

DJP sebelumnya telah mengirimkan tambahan 18 juta e-mail kepada wajib pajak untuk segera ikut PPS sebelum berakhir. Sebelum tambahan 18 juta surel tersebut, DJP telah mengirimkan sebanyak 1,62 juta surel per 24 Maret 2022 yang berisi imbauan untuk segera memanfaatkan PPS.
"Saya pun terima dari (Dirjen Pajak) Pak Suryo katanya diingatkan kalau saya punya harta yang belum di-disclose. Hampir semuanya mendapatkan e-mail dari dirjen pajak. E-mail itu dikirim karena memang mereka punya database," kata dia dalam video conference, Jumat, 1 Juli 2022.

Ia menambahkan, kiriman e-mail blast dari DJP ini turut mendorong kenaikan jumlah peserta maupun setoran dari PPS. Pasalnya di awal tahun, jumlah peserta, harta yang diungkapkan, maupun Pajak Penghasilan (PPh) yang disetorkan masih sedikit dan baru meningkat pada bulan terakhir.
 
Baca juga: Wajib Pajak Tak Ikut Program Pengungkapan Sukarela, Siap-Siap Ini Konsekuensinya!

"Seperti biasa masyarakat itu menunggu bulan terakhir, hari terakhir. Jadi dari Januari kita sampaikan ada program PPS belum (banyak ikut), Februari masih sangat kecil, Maret mulai ada yang terarik. April juga mulai meningkat, dan waktu itu kita mengirim surat elektronik blasting," ungkapnya.

Menurut data DJP, pada Juni saja jumlah peserta PPS mencapai 204.154 wajib pajak dengan 253.016 surat keterangan. Sementara jumlah nilai harta bersih yang dideklarasikan mencapai Rp523,5 triliun dengan setoran PPh Rp53,43 triliun di akhir periode PPS atau hanya dalam waktu sebulan.

"Sesudah (e-mail blasting) itu kita mulai meningkat, Mei belum cukup banyak, Juni pada bulan terakhir kita lihat Rp523 triliun. Artinya mayoritas masyarakat kita menunggu sampai bulan terakhir, mungkin mau menguji nyali sama Pak Dirjen Pajak," pungkas dia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id