comscore

Manfaatkan Demografi Indonesia, Airlangga Minta Coca-Cola Diversifikasi Bisnis

Annisa ayu artanti - 26 Mei 2022 09:39 WIB
Manfaatkan Demografi Indonesia, Airlangga Minta Coca-Cola Diversifikasi Bisnis
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Davos: Pemerintah meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta yang salah satunya dengan Coca Cola Company. Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat itu diminta melakukan diversifikasi usaha, sehingga tidak hanya memasarkan produknya saja di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian menunjukkan sinyal positif turut berpotensi mendorong pulihnya tingkat kepercayaan konsumen dalam melakukan kegiatan belanja barang dan jasa.
Dalam masa pandemi, konsumsi masyarakat kelas menengah mengalami tekanan sehingga pulihnya daya beli konsumen tersebut akan mendongkrak pemulihan sektor lain. Hingga saat ini, tercatat konsumsi masyarakat kelas menengah telah meningkat cukup signifikan.

Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, yang pada 2002 hanya tujuh persen dari total populasi atau setara 14,1 juta orang, menjadi 57,3 juta orang pada 2019. Angka tersebut juga diprediksi masih terus meningkat mengingat bonus demografi yang akan dilalui Indonesia pada 2045.

Potensi konsumsi masyarakat yang besar bisa menjadi peluang yang baik bagi perusahaan swasta dalam membangun dan memasarkan produknya di Indonesia. Salah satunya adalah Coca Cola yang telah memiliki jumlah konsumen cukup besar di Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar dan hub potensial bagi Coca Cola di regional Asia Tenggara, mengingat Indonesia negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan negara dengan populasi terbanyak di kawasan Asia Tenggara," ujar Airlangga, dalam pertemuan dengan CEO dan Chairman the Coca Cola Company James Quincey, di Davos-Swiss, dikutip Kamis, 26 Mei 2022.

Airlangga menyampaikan, untuk mendukung potensi pasar tersebut saat ini Indonesia telah melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja. Tujuannya mengurangi jumlah perizinan dan memudahkan calon investor untuk membangun usahanya di Indonesia, salah satunya melalui mekanisme perizinan berusaha berbasis risiko.

Dukungan lain yang diberikan Pemerintah yaitu dengan menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang meliputi pergudangan, distribusi, teknologi informasi, dan sumber daya manusia, serta menawarkan insentif tax allowance untuk mendorong investasi.

Demografi yang muda dan produktif

Menurutnya, hal tersebut menjadikan Indonesia bukan hanya menarik dari segi pemasaran, karena demografi yang muda dan produktif, tetapi juga karena infrastruktur pendukung yang semakin siap dalam mempermudah operasional perusahaan di Indonesia.

Selain itu, saat ini Indonesia juga tengah melakukan transisi energi guna mendukung terciptanya industri hijau dan terpenuhinya target net zero emission pada 2060. Salah satu implementasi dalam transisi energi dengan semakin memperluas penggunaan panel surya untuk pembangkit listrik dan sumber energi baru terbarukan lainnya.

Airlangga meminta agar Coca Cola melakukan diversifikasi usaha terkait dengan pengembangan produk berbahan baku buah kelapa, mengingat Indonesia juga memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan buah kelapa serta luas lahan untuk perkebunan juga tersedia dalam jumlah yang besar.

"Di sisi lain, diversifikasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun kelapa yang mayoritas adalah pekebun kecil atau smallholder farmer, dan memberikan multiplier effect yang besar," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id