Presiden Ingatkan Peluang dan Tantangan di Era Disrupsi

    Nia Deviyana - 25 November 2019 17:23 WIB
    Presiden Ingatkan Peluang dan Tantangan di Era Disrupsi
    Presiden Jokowi saat berkunjung ke Korsel. Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr.
    Busan: Kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berbicara dalam forum ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO).

    Dia mencontohkan kepemilikan perusahaan armada taksi yang beralih. "Saat ini dengan teknologi, perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perseorangan,” kata Jokowi melalui keterangan resminya, Senin, 25 November 2019.

    Contoh lain, lanjut Jokowi, kini telah dimulai uji coba mobil tanpa pengemudi, sehingga dapat dibayangkan dalam satu dekade ke depan, transportasi hanya akan dikemudikan oleh teknologi tanpa perlu adanya sopir.

    Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa kehadirannya di ASEAN-ROK CEO Summit merupakan kali kedua. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan bahwa sejak CEO Summit 2014, dunia berubah dengan sangat cepat yang mana dikenal dengan istilah age of disruption.

    "Big data, artificial intelligence, teknologi 4.0 telah meruntuhkan semua definisi, ukuran bahkan teori yang selama ini menjadi rujukan," tuturnya.

    Di saat yang sama, lanjut Jokowi, age of disruption memberikan peluang yang sangat besar dan juga memiliki tantangan serta permasalahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

    "Tantangan ini semakin besar, saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir," tuturnya.

    Bahkan, gerakan anti-pasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi.

    "Kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak," ucapnya.

    Dalam pandangan Jokowi, hal ini jika dibiarkan, bisa menyebabkan terjadinya resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia yang dibangun pada 1930-an.

    "Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi," kata Presiden Jokowi.

    Kerugian tidak hanya akan dialami oleh negara maju, tetapi juga emerging economies terlebih negara berkembang, serta dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.

    "Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global," pungkas dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id