Ada Insentif Pajak, Investor Asing Tak Mau ke Indonesia?

    Eko Nordiansyah - 05 September 2019 21:00 WIB
    Ada Insentif Pajak, Investor Asing Tak Mau ke Indonesia?
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara. FOTO; Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan insentif perpajakan bukan satu-satunya syarat investor asing mau masuk ke Indonesia. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir pemerintah memberi berbagai insentif pajak untuk menarik minat investasi.

    Bank Dunia (World Bank) sebelumnya merilis perusahaan asal Tiongkok yang lebih memilih Vietnam sampai Thailand untuk investasi. Padahal perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) membuat Indonesia berpeluang mendapat peralihan modal berupa investasi.

    "Dia (investor) itu melihat seluruh dimensi, bukan cuma lihat pajak. Jadi yang dibilang World Bank, mau dikasih insentif sampai luar biasa banget, tapi kalau hal lain enggak dibereskan, ya enggak (mau investasi)," kata dia ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Dirinya mengakui, apa yang dipaparkan Bank Dunia soal hambatan investasi di Indonesia benar adanya. Berbagai isu di luar masalah perpajakan dinilai membuat para investor enggan menanamkan modalnya di dalam negeri.

    "Masih ada soal hubungan pusat dan daerah, dalam pandangan saya masih ada pasar tenaga kerja, yang belakangan ini ramai mungkin kita perlu revisi UU tenaga kerja. Nah itu semua elemen itu soal perizinan, pemerintah pusat sudah menyelesaikan dengan OSS, pemdanya bagaimana? Soal dwelling time di pelabuhan, soal inspeksi di pelabuhan, itu semua adalah faktor-faktor yang dilihat oleh investor," ungkapnya.

    Untuk itu, Suahasil berharap pemerintah bisa segera membereskan berbagai peraturan yang menghambat masuknya investasi asing. Jika ini bisa diselesaikan, maka investor pasti akan berpikir untuk berinvestasi di Indonesia.

    "Nah kalau sekarang mungkin World Bank juga lihat, kita cukup intensif menawarkan, menceritakan tentang insentif-insentif pajak, nah dia mengingatkan itu. Tapi bukan berarti habis itu kita tidak bikin insentif, insentif tetap kita bikin. Tapi kita tetap punya PR di tempat-tempat yang lain. Nah ini harus dikerjakan sama-sama," pungkas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id