Pemerintah Fokus 3 Program Peningkatan Kualitas SDM

    Husen Miftahudin - 04 Oktober 2019 10:24 WIB
    Pemerintah Fokus 3 Program Peningkatan Kualitas SDM
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kementerian Keuangan
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini tercermin pada kemampuan dasar matematika, membaca dan memahami isi bacaan, serta science.

    "Indonesia memiliki populasi 267 juta, mayoritas generasi muda (usia produktif). Namun SDM yang muda hanya akan bagus apabila memiliki kapasitas," ujarnya, pada acara Milad Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Menurutnya di Indonesia banyak anak bahkan mahasiswa yang mengaku bisa membaca namun tidak bisa menceritakan, tidak memahami, tidak mampu melakukan critical thinking, tidak memiliki basic matematika dan science, serta kurang memahami. Hal itu dinilai tidak produktif.

    Oleh karena itu, pemerintah akan fokus kepada tiga program-program prioritas sebagai langkah perbaikan SDM Indonesia. Di antaranya melalui peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan kesehatan.

    "Pada 2020, proritas belanja terbesar adalah pendidikan sebesar Rp508,1 triliun untuk mulai PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Aliyah, pesantren, hingga sampai pendidikan tinggi, latihan vokasi hingga sampai pada masyarakat usia lanjut," ungkap dia.

    Tahun depan, jelas Sri Mulyani, pemerintah akan meningkatkan anggaran dana abadi untuk riset. Pada tahun lalu pemerintah telah mengalokasikan hampir Rp1 triliun. Ia pun mendorong pihak swasta untuk ikut berkontribusi pada riset.

    "Kalau di negara maju, riset dilakukan oleh para kapitalis (pengusaha) yang memiliki dana besar. (Misal) Elon Musk seorang pelaku bisnis melakukan riset, (kemungkinan) penduduk bumi bisa tinggal di planet Mars," urai Sri Mulyani.

    Namun demikian, akunya, program pendidikan dan penelitian baru dapat optimal jika ditunjang oleh SDM yang sehat dan kuat. Anak yang kurang gizi dan otaknya kurang berkembang, tidak akan mampu menyerap pelajaran yang diberikan.

    Karena itu, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program kesehatan sebesar Rp132 triliun lebih yang merupakan belanja terbesar kedua untuk penguatan SDM. "Anggaran tersebut dialokasikan antara lain untuk penanganan anak kurang gizi (stunting), universal health coverage untuk seluruh masyarakat Indonesia, dan jaring pengaman sosial (JPS)," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id