Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 4,8%

    Desi Angriani - 17 Oktober 2019 20:39 WIB
    Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 4,8%
    Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini memproyeksi ekonomi RI tahun ini tumbuh 4,8 persen. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diprediksi tumbuh 4,8 persen. Angka tersebut jauh di bawah target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,3 persen.

    Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini mengatakan rendahnya proyeksi pertumbuhan ekonomi lantaran banyak sektor mengalami penurunan pendapatan seperti penjualan ritel dan mobil.

    "Pertumbuhan ekonomi sekarang itu kayaknya 4,8 persen karena banyak sektor turun," katanya seusai mengikuti dialog 100 ekonom di Hotel Westin, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.  

    Didik mengungkapkan cara jitu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan ekspor dan investasi. Bila nilai ekspor tumbuh, maka neraca dagang akan mencatatkan surplus. Imbasnya cadangan devisa meningkat dan nilai tukar rupiah menjadi perkasa.

    "Mendorong ekspor itu wajib, pertaruhan kita buat devisa menjadi banyak jadi surplus dan ekonomi kuat," terangnya.

    Lebih lanjut, pemerintah dinilai tak perlu menyeragamkan kebijakan peningkatan ekspor di semua provinsi. Hal tersebut dikarenakan tak semua provinsi memiliki daya saing untuk melakukan ekspor.

    "Kalau enggak siap provinsi lain tinggalkan, yang siap saja yang didorong. Enggak usah seragam, fokus ke yang mau ekspor," tegas dia.

    Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla khawatir perlambatan ekonomi dunia akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Pasalnya, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi 3 persen.

    "Perekonomian kita bisa tumbuh di bawah 5 persen kalau enggak ada tindakan tegas," kata JK.

    Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya sebesar tiga persen. Proyeksi itu lebih rendah dibandingkan proyeksi Juli lalu yang sebesar 3,2 persen.

    IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan menjadi 3,4 persen, atau turun 0,2 persen dari proyeksi pada April lalu.
     



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id