BI: Kenaikan Harga Daging Ayam Picu Inflasi September

    Husen Miftahudin - 17 September 2021 16:34 WIB
    BI: Kenaikan Harga Daging Ayam Picu Inflasi September
    Ilustrasi. FOTO: MI/PALCE AMALO



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang September 2021 akan terjadi inflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Meskipun demikian, bank sentral memastikan bahwa tingkat inflasi tersebut masih berada pada level yang rendah dan terkendali.

    "Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,65 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 17 September 2021.

     



    Bank sentral melaporkan bahwa kenaikan harga daging ayam ras menjadi pemicu tingkat inflasi pada bulan laporan. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan ketiga September 2021, komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi sebesar 0,03 persen (mtm).

    Komoditas lainnya yang juga turut menyumbang tingkat inflasi September 2021 adalah minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm). Kemudian sawi hijau, bayam, dan rokok kretek filter yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen (mtm).

    Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,07 persen (mtm); bawang merah, cabai rawit dan cabai merah masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm); serta bawang putih sebesar 0,01 persen (mtm).

    Terkait hal tersebut Erwin menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," jelas Erwin.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga komoditas pada Agustus 2021 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen (mtm)Dengan perkembangan ini, maka inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,84 persen (ytd) dan inflasi secara tahunan sebesar 1,59 persen (yoy).

    Beberapa komoditas yang mendorong peningkatan harga pada Agustus 2021 antara lain komoditas di kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta kelompok Pendidikan lantaran masuk ajaran baru sehingga uang sekolah dan uang kuliah mengalami kenaikan dengan andil 0,02 persen.

    Namun begitu, ada beberapa komoditas makanan yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi, seperti cabai rawit yang memberi andil deflasi 0,05 persen. Ada juga beberapa komoditas lain juga yang mengalami deflasi, seperti daging ayam ras, cabai merah, bayam, buncis, kacang panjang, kangkung, serta tarif angkutan udara.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id