Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 Cerminkan Ketidakpastian Masih Tinggi

    Eko Nordiansyah - 09 Juni 2021 18:52 WIB
    Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 Cerminkan Ketidakpastian Masih Tinggi
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin



    Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,2 persen hingga 5,8 persen. Kesepakatan ini tidak mengalami perubahan atau sesuai dengan usulan yang diajukan oleh pemerintah.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, proyeksi ini cukup optimistis. Namun begitu, ia menyebut rentang target yang lebar mencerminkan masih adanya ketidakpastian di tahun depan.

     



    "Kita agak optimistis dengan perkembangan aktivitas perekonomian kita, akan tetapi risiko yang di depan mata kita sudah jelas kondisi pandemi harus terus kami tangani," kata dia dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

    Ia menyebut, tahun ini realisasi pertumbuhan ekonomi baru terlihat di kuartal I sehingga perkiraan untuk tahun depan masih panjang. Selain itu, pemerintah juga terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi yang diharapkan menjadi game changer di masa pandemi.

    "Dengan segala measure yang dilakukan pemerintah, relatif membuat kita cukup bisa kendalikan sejauh ini. Kasus harian yang tadinya 5.000 per hari setelah libur lebaran naik hampir ke 6.000 sehari. Risiko global itu masih terus mewarnai assessment-assessment yang kami lakukan bersama" ungkap dia.

    Selain pertumbuhan ekonomi, Banggar DPR menyepakati target inflasi tahun depan antara dua persen hingga empat persen, nilai tukar rupiah Rp13.900 per USD sampai Rp15 ribu per USD, dan tingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,32 hingga 7,27 persen.

    Di sisi target pembangunan pada 2022, tingkat pengangguran ditargetkan antara 5,5 sampai 6,3 persen, tingkat kemiskinan 8,5 sampai sembilan persen, gini rasio 0,376 sampai 0,378, dan indeks pembangunan manusia (IPM) 73,41 sampai 73,46.

    Sementara itu, indikator pembangunan seperti Nilai Tukar Petani (NTP) ditargetkan 102-104 dan nilai tukar nelayan antara lain 102-105. Target indikator pembangunan ini tidak berubah dari usulan pemerintah, berbeda dengan kesepakatan di Komisi XI DPR.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id