92% Anggaran Kemensos untuk Belanja Bansos

    Husen Miftahudin - 14 Agustus 2020 21:10 WIB
    92% Anggaran Kemensos untuk Belanja Bansos
    Menteri Sosial Juliari P Batubara - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 mendapatkan pagu anggaran sebanyak Rp92,82 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan outlook anggaran pada 2020 sebanyak Rp134,01 triliun.

    "Di Kemensos untuk anggaran 2021 memang mengalami adjustment, karena memang kita mengantisipasi banyaknya program di supply side di 2021. Tentunya kita berharap agar ini tetap memberikan dampak yang lebih masif lagi terhadap aktivitas ekonomi," kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2021 secara virtual di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Juliari mengaku beberapa program khusus untuk sementara tidak dilanjutkan di tahun depan. Namun untuk program-program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Kartu Sembako masih dilanjutkan, termasuk program khusus berupa Bantuan Sosial Tunai.

    Berdasarkan struktur belanja, sebagian besar anggaran Kemensos ditujukan untuk belanja sosial dengan total Rp85,56 triliun atau setara 92,18 persen dari total pagu anggaran kementerian. Sementara anggaran belanja lainnya adalah belanja barang Rp5,54 triliun (5,97 persen), belanja modal sebanyak Rp1,21 triliun (1,3 persen), dan belanja pegawai Rp511,93 miliar (0,55 persen).

    "Di 2021 untuk pagu anggaran Rp92,82 triliun itu hampir semuanya dalam bentuk bantuan sosial. Ada sedikit di belanja modal untuk perbaikan balai rehabilitasi dan juga politeknik kesejahteraan sosial," paparnya.

    Juliari mengungkapkan, PKH dialokasikan mendapat anggaran sebanyak Rp28,71 triliun. Jumlah ini diharapkan mampu meraup target keluarga penerima manfaat sebanyak 10 juta.


    "Arahan Bapak Presiden agar program ini disempurnakan dalam rangka membantu percepatan penanggulangan stunting yang juga merupakan salah satu majeure project pemerintah di 2021 sampai 2024," urainya.

    Untuk Program Kartu Sembako dialokasikan mendapat anggaran sebesar Rp45,12 triliun dengan target keluarga penerima manfaat sebanyak 18,8 juta. Terkait hal ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapat kenaikan bantuan menjadi Rp200 ribu per bulan dari sebelumnya Rp150 ribu per bulan.

    "Ini akan kita teruskan untuk menjaga daya beli, memastikan bahwa konsumsi di keluarga-keluarga dengan income terbawah tetap terjaga. Khususnya di tengah pandemi seperti saat ini," papar Juliari.

    Kemudian untuk Bantuan Sosial Tunai di 2021 sementara ini hanya dianggarkan untuk enam bulan pertama. Total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp12 triliun dengan target 10 juta keluarga penerima manfaat.

    "Per keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan menjadi Rp200 ribu dari yang saat ini sedang berjalan Rp300 ribu per bulan. Ini kita ambil indeksnya agar sama dengan indeks program bantuan kartu sembako," ucap dia.

    Terakhir anggaran sebanyak Rp1,36 triliun untuk peningkatan kualitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini akan menjadi data referensi satu-satunya untuk seluruh program perlindungan dan jaminan sosial.

    Anggaran ini ditujukan untuk memperluas cakupan DTKS menuju Registrasi Sosial dengan cakupan sekitar 60 persen rumah tangga atau setara 42,88 juta rumah tangga. Saat ini DTKS baru mencakup 40 persen rumah tangga.

    Dengan ini, database yang akan dimiliki Kemensos terkait keluarga dengan pendapatan rendah akan menjadi lebih banyak. Sehingga verifikasi dan validasi keluarga penerima manfaat terhadap program dan bantuan sosial menjadi lebih tercakup.

    "Tentunya kami akan terus mengamati dan juga siap mendukung program-program pemulihan ekonomi nasional yang dijalankan oleh kementerian lain," tutup Juliari.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id