Ekonomi Menggeliat, Inflasi Kota Malang Juni Capai 0,44%

    Daviq Umar Al Faruq - 01 Juli 2020 19:06 WIB
    Ekonomi Menggeliat, Inflasi Kota Malang Juni Capai 0,44%
    Gedung BPS Jatim. Foto: Medcom.id/Amaluddin.
    Malang: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Kota Malang, Jawa Timur, pada Juni 2020 mencapai 0,44 persen. Tingkat inflasi ini didorong dengan adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

    Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan tingkat inflasi yang terjadi di Kota Malang merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Meski begitu, hasil tersebut justru menunjukkan adanya perputaran ekonomi di Kota Malang saat pandemi virus korona atau covid-19.

    "Memasuki masa transisi normal baru, ada geliat ekonomi di Kota Malang. Ini ditunjukkan dengan adanya inflasi," kata Sunaryo, Rabu 1 Juli 2020.

    Sunaryo menjelaskan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau di Kota Malang pada Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen. Kenaikan ini diikuti juga oleh kelompok pengeluaran pakaian, dan alas kaki sebesar 1,04 persen, dan penyedia makanan, minuman, restoran sebesar 0,90 persen.

    Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,89 persen. Kemudian kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen.

    Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran pendidikan tidak mengalami perubahan. Di sisi lain, terdapat empat kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya deflasi sebesar 0,04 persen.

    Selanjutnya kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya turun 0,27 persen. Sedangkan perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,33 persen, dan kelompok pengeluaran kesehatan turun 0,91 persen.

    "Inflasi ini memberikan isyarat bahwa ada geliat ekonomi di Kota Malang. Ekonomi diharapkan bisa berkembang secara dinamis," ungkap Sunaryo.

    Sejumlah komoditas penyumbang inflasi Kota Malang antara lain kenaikan harga daging ayam sebesar 12,81 persen, tiket angkutan udara 6,55 persen, telur ayam ras 7,99 persen, rokok kretek filter 2,38 persen, dan mobil sebesar 0,91 persen.

    Sedangkan komoditas penghambat inflasi di antaranya penurunan harga bawang putih sebesar 15,77 persen, emas perhiasan 2,22 persen, tarif angkutan daring roda empat 8,86 persen, gula pasir 5,18 persen, dan cabai rawit turun sebesar 16,34 persen.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id