Penerimaan Pajak Meleset Akibat Perlambatan Ekonomi Dunia

    Desi Angriani - 24 Desember 2019 14:56 WIB
    Penerimaan Pajak Meleset Akibat Perlambatan Ekonomi Dunia
    Ilustrasi perpajakan. Foto : MI/Manggala.
    Jakarta: Pengamat perpajakan Danny Darussalam menilai penerimaan pajak tahun ini meleset akibat perlambatan ekonomi global. Pasalnya, sektor manufaktur yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak mengalami penyusutan.

    "Secara keseluruhan adalah masalah perlambatan ekonomi global sangat memukul penerimaan pajak 2019," katanya saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 24 Desember 2019.  
     
    Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian turut terpengaruh akibat anjloknya harga komoditas dunia. Begitu pula sektor konstruksi sehingga semakin memukul penerimaan pajak.

    "Sektor pertambangan, penggalian dan konstruksi juga terpengaruh," terangnya.

    Oleh karena itu, Darussalam menyarankan pemerintah fokus terhadap reformasi perpajakan tahun depan selain memperluas basis penerimaan pajak baru. Misalnya, reformasi organisasi, sumber daya manusia, proses bisnis, data dan informasi serta revisi Undang-undang pajak.  

    "Fokus kepada reformasi pajak yang meliputi reformasi organisasi, sumber daya manusia hingga revisi UU pajak," tutupnya.

    Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan perpajakan hingga 30 November 2019 sebesar 1.312,4 triliun. Jumlah tersebut baru 73,5 persen dari target penerimaan pajak tahun ini yang sebesar Rp1.577,56 triliun. Capaian tersebut tumbuh 0,8 persen atau melambat dibandingkan pertumbuhan November tahun sebelumnya yang mencapai 15,3 persen.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id