Indonesia Berpeluang Masuk Peringkat 6 Negara Ekonomi Terbesar

    Nia Deviyana - 15 Juli 2019 14:12 WIB
    Indonesia Berpeluang Masuk Peringkat 6 Negara Ekonomi Terbesar
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: Kajian Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menunjukkan bahwa Indonesia berpeluang menempati peringkat enam dunia sebagai negara dengan ekonomi terbesar pada 2023.

    Pada 2020, diperkirakan masyarakat kelas menengah mencapai 141 juta orang atau menguasai 53 persen dari total populasi.

    "Perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan di Tanah Air," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah saat mengisi diskusi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2019.

    Nanang menjabarkan industri perbankan nasional pada 2018 bertumbuh sebesar 9,2 persen dari sisi aset, 11,8 persen dari sisi kredit, dan 6,4 persen dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK). Ke depan, Nanang optimistis kemajuan industri keuangan cepat terealisasi seiring majunya perkembangan digitalisasi.

    "Saat ini akses masyarakat untuk mendapatkan portofolio keuangan semakin luas, tidak hanya di pasar lokal melainkan hingga pasar global," tuturnya.

    Meski demikian, Nanang mengatakan Indonesia belum boleh berpuas diri. Sebab, masih ada pekerjaan rumah lain yakni menaikkan pertumbuhan ekonomi yang saat ini stagnan di kisaran lima persen.

    Nanang menilai stagnannya pertumbuhan ekonomi lantaran Indonesia masih mengandalkan ekspor berbasis komoditas. Sehingga ketika harga komoditas turun, maka nilai ekspornya juga ikut turun.

    "Hal inilah yang men-downgrade pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.

    Di samping itu, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) masih menjadi masalah krusial di bidang perekonomian. Nanang menilai, ke depan pemerintah harus mendorong ekspor yang berbasis manufaktur sebagai solusi mengatasi CAD yang terus membengkak.

    "Untuk meningkatkan ekspor berbasis manufaktur, maka kuncinya industri dasar harus dibangun kuat agar ketergantungan bahan baku bisa dikurangi," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id