AS Berminat Investasi Lewat Dana Abadi di Indonesia

    Damar Iradat - 10 Januari 2020 15:06 WIB
    AS Berminat Investasi Lewat Dana Abadi di Indonesia
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian
    Jakarta: Amerika Serikat lewat International Development Finance Corporation (IDFC) tertarik mengucurkan investasi pengelolaan dana abadi. Jumlah dana investasi tersebut mencapai miliaran dolar Amerika.

    "Mereka juga berminat berpartisipasi di bidang sovereign wealth fund (SWF) dan mereka siap bekerja sama dengan SWF lain, termasuk negara lain," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Presiden Joko Widodo telah bertemu CEO IDFC Adam Boehler di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengapresiasi komitmen IDFC dalam mendukung pembangunan di Indonesia.

    Menurut Airlangga, dalam pertemuan tersebut, IDFC bakal menyediakan dana USD5 miliar untuk Indonesia. Nilai tersebut termasuk semacam shift capital.

    Airlangga meyakini, investasi USD5 miliar itu bisa mengundang sekitar USD20 miliar. Namun, proyek yang akan mendapat kucuran dana itu masih perlu diidentifikasi kembali.

    Adam mengatakan IDFC masih menyusun daftar investasi potensial. Namun, miliaran dolar itu merupakan katalisator yang akan menghasilkan empat sampai lima kali lebih banyak dalam bentuk private capital.

    "Dan jelas tadi dari Bapak Presiden bahwa fokusnya adalah private capital untuk membangun Indonesia dan Amerika Serikat siap mendukung Indonesia," kata Adam.

    IDFC juga ingin mendukung Indonesia dalam berbagai sektor, serta memberikan teknologi berkualitas tinggi dan berkelanjutan di bidang energi, infrastruktur, dan kesehatan. Karena Indonesia dan Amerika Serikat memiliki kemitraan yang kuat.

    "Dan, anda melihat ada dolar yang mengikuti kemitraan tersebut," paparnya.

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan IDFC segera membuka kantornya di Indonesia sehingga mempercepat semua proses kerja sama.

    Menurut dia, ada beberapa proyek yang segera dibahas bersama IDFC. Antara lain, Jalan Tol Jawa, Tol Sumatera, investasi ikan di Natuna serta pembangunan hydropower di Kalimantan Utara. 

    "Jadi, banyak sekali sekarang yang kita mau diskusikan dan kita segera maju, juga termasuk rumah sakit BUMN, itu mereka juga berminat masuk," jelas Luhut.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id