Program PEN Diproyeksikan Bisa Ganjal Pertumbuhan Ekonomi 5%

    Ilham wibowo - 12 Oktober 2020 15:40 WIB
    Program PEN Diproyeksikan Bisa Ganjal Pertumbuhan Ekonomi 5%
    Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin. Foto : Medcom.
    Jakarta: Anggaran belanja Pemerintah yang masuk di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diproyeksikan bisa mengganjal pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga lima persen. Implementasi dukungan telah diberikan untuk bantuan sosial dan UMKM

    Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa anggaran perlindungan sosial dalam program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) telah mendapatkan pagu anggaran mencapai Rp203,9 triliun. Penyaluran dana tersebut terus dipercepat untuk membalikkan keadaan ekonomi kuartal II yang sempat terkoreksi 5,32 persen. 

    "Karena kuartal II kita sudah negatif 5,32 persen mau dikejar lagi gimana caranya kuartal III bisa lebih baik kondisinya, syukur-syukur tidak negatif," kata Budi dikutip dari program Blak-Blakan Detik.com, Senin, 12 Oktober 2020. 

    Budi menjelaskan secara sederhana untuk menghitung angka yang menjadi target di pemulihan ekonomi yang mengandalkan belanja Pemerintah. Angka sebesar Rp200 triliun milik Pemerintah kemudian perlu disalurkan cepat dan tepat sasaran agar mendapatkan lima persen angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

    "Catatan kami sampai akhir September kemarin kami sudah mencairkan Rp150 triliun untuk empat program prioritas seperti perlindungan sosial, UMKM, program kementerian/Pemda, dan koperasi," tuturnya. 

    Program PEN yang bisa menambal  pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan positif hingga akhir 2020 dengan asumsi grafik pertumbuhan kuartal III dan IV makin membaik. Wakil Menteri BUMN ini optimistis realisasi belanja pemerintah untuk membantu peningkatan konsumsi rumah tangga bisa maksimal. 

    "Nah apakah itu bisa membuat PDB jadi nol atau plus, kami tidak tahu karena ada dinamika lain di luar itu, tapi setidaknya dari sisi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyalurkan percepatan anggaran secepat-cepatnya supaya bisa membaik," paparnya.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id