comscore

IMF Nilai RI Sukses Tangani Pandemi tanpa Korbankan Stabilitas Keuangan

Eko Nordiansyah - 26 Januari 2022 13:10 WIB
IMF Nilai RI Sukses Tangani Pandemi tanpa Korbankan Stabilitas Keuangan
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Dana Moneter Internasional (IMF) menilai positif strategi pengelolaan kebijakan makro dan fiskal Indonesia dalam pengendalian pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi. Dalam laporan sementara (Concluding Statement) IMF, Indonesia disorot sebagai negara yang cukup sukses dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan dan fiskal jangka menengahnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, alasan kinerja dan prospek makro dan fiskal Indonesia dinilai sangat positif dalam laporan sementara IMF. Ia menyebut, IMF mengapresiasi keberhasilan pengendalian covid-19 di Indonesia yang membawa Indonesia ke pemulihan ekonomi yang cepat.
"Pemulihan lebih cepat menjadi dasar IMF menilai konsolidasi fiskal menuju defisit APBN paling tinggi tiga persen PDB di tahun 2023 sebagai langkah yang tepat. IMF memandang kebijakan ini membawa Indonesia semakin kredibel di mata pelaku pasar," kata dia dalam keterangan resminya, Rabu, 26 Januari 2022.

IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,6 persen pada 2022 dan enam persen pada 2023. Namun, IMF menyarankan pemerintah untuk tetap waspada atas peningkatan sejumlah risiko eksternal, di antaranya gelombang baru penyebaran covid-19, meningkatnya tekanan inflasi global, pengetatan pasar keuangan global sehubungan dengan normalisasi kebijakan moneter di negara maju, terutama di Amerika Serikat.

"Efektivitas kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi berhasil mendorong menguatnya aktivitas perekonomian, yang pada gilirannya mengangkat kinerja APBN 2021, selain juga karena faktor kenaikan harga komoditas dunia," ungkapnya.

Ia menambahkan, pendapatan negara meningkat sangat tinggi, terutama disumbang oleh meningkatnya kinerja penerimaan perpajakan yang berhasil melampaui target 2021. Defisit APBN dapat ditekan hingga 4,65 persen dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan target awal sebesar 5,7 persen PDB pada tahun lalu.

"Keberhasilan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi juga diiringi dengan utang yang terjaga dalam tingkat yang aman dan terkelola dengan baik, dengan tren yang diupayakan terus menurun dalam jangka menengah seiring langkah konsolidasi fiskal," ujar dia.

IMF menilai langkah konsolidasi fiskal pada 2023 sudah tepat dan diperkirakan dapat meningkatkan kredibilitas APBN dan kepercayaan pasar. IMF memproyeksikan defisit fiskal sebesar empat persen terhadap PDB di tahun ini, lebih rendah dari defisit yang ditetapkan dalam APBN 2022 sebesar 4,85 persen.

"Kinerja fiskal yang kuat pada 2021 menjadi bagian dari hasil pengelolaan kebijakan ekonomi makro yang tepat, tanpa mengorbankan upaya pemerintah menjaga momentum pemulihan ekonomi dan kesinambungan fiskal jangka menengah-panjang. Namun, IMF menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penyesuaian kecepatan konsolidasi fiskal ke depan jika tekanan risiko eksternal semakin kuat dan memengaruhi proses pemulihan ekonomi," pungkasnya.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id