Ekonomi RI Diramal Tumbuh di Bawah 5,1% pada 2019

    Husen Miftahudin - 23 Januari 2020 17:54 WIB
    Ekonomi RI Diramal Tumbuh di Bawah 5,1% pada 2019
    Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) meramal realisasi pertumbuhan ekonomi RI untuk keseluruhan 2019 berada di bawah 5,1 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang posisi ekonomi Indonesia pada 2018 yang tumbuh 5,17 persen.

    "Memang secara keseluruhan di 2019 itu (pertumbuhan ekonomi Indonesia) sekitar 5,1 persen. Kemungkinan memang perkiraan sementara kami sedikit di bawah 5,1 persen, tapi masih di atas lima persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.

    Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2019 itu ditopang perbaikan ekonomi di kuartal terakhir. Maklum, dari kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia terus merosot. Pada kuartal I-2019 ekonomi RI tumbuh 5,07 persen. Kemudian turun menjadi 5,05 persen di kuartal II-2019, dan kembali turun menjadi 5,02 persen pada kuartal III-2019.

    "BI memperkirakan siklus ekonomi kita akan naik. Kami mencermati perkembangan di November, Oktober, dan Desember yang memang ada kenaikan," jelasnya.

    Perry menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan ditopang perbaikan ekspor dan konsumsi rumah tangga yang tetap baik. Perbaikan ekspor didorong kenaikan permintaan mitra dagang dan harga beberapa komoditas ekspor utama.

    "Produk ekspor seperti ekspor batu bara, kendaraan bermotor, besi dan baja, serta biji logam dan sisa logam mencatat pertumbuhan positif pada kuartal IV-2019," beber dia.

    Adapun konsumsi rumah tangga tetap terjaga, ditopang keyakinan konsumen yang mulai meningkat dan faktor musiman jelang akhir tahun. Sementara investasi terus membaik didorong investasi terkait hilirisasi nikel di Sulawesi.

    Beberapa indikasi kenaikan investasi tercermin pada peningkatan Purchasing Manager Index Manufaktur dan indikator dini lain terkait penjualan ekspor dan penjualan domestik.

    "Peningkatan investasi diprakirakan berlanjut didorong pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha sebagai dampak peningkatan ekspor dan kemudahan iklim berusaha sejalan dengan kebijakan pemerintah termasuk implementasi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja," pungkas Perry.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id