Jepang Beri Utang Hampir Rp7 Triliun, Ini Hasil Pertemuan PM Suga-Jokowi

    Ade Hapsari Lestarini - 21 Oktober 2020 15:23 WIB
    Jepang Beri Utang Hampir Rp7 Triliun, Ini Hasil Pertemuan PM Suga-Jokowi
    Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga bertemu Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI.
    Jakarta: Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga bertemu Presiden Joko Widodo untuk melakukan pertemuan bilateral. Pada pertemuan itu, Jepang memberikan pinjaman bantuan fiskal kepada Indonesia sebesar 50 miliar yen atau setara Rp6,95 triliun untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana.

    Mengutip laman Sekretariat Kabinet, Rabu, 21 Oktober 2020, berikut empat poin kerja sama antara Indonesia dengan Jepang yang dibahas oleh PM Suga dan Presiden Jokowi.

    1. Kerja sama pengelolaan pandemi covid-19

    Presiden Jokowi mengatakan sejak awal Jepang adalah mitra penting Indonesia dalam mitigasi pandemi, termasuk saat evakuasi 69 Warga Negara Indonesia ABK (Anak Buah Kapal) Kapal Diamond Princess dari Yokohama, Jepang.

    Presiden menyambut baik telah ditandatanganinya Memorandum Kerja Sama Kesehatan antara Indonesia dan Jepang pada 19 Oktober lalu.

    "Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang bagi pembentukan ASEAN Covid-19 Response Fund. Saya juga mengajak Jepang memperkuat tata kelola kesehatan di kawasan untuk menghadapi pandemi di masa yang akan datang, termasuk pembentukan ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases," ujar Presiden Joko Widodo.

    2. Pembentukan Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk perjalanan bisnis yang penting

    Presiden Jokowi dan PM Suga telah sepakat mengenai pentingnya pembentukan Travel Corridor Arrangement bagi bisnis esensial. "Kita juga sepakat menugaskan Menteri Luar Negeri Jepang dan Indonesia untuk menegosiasikan detail dan menyelesaikannya dalam waktu satu bulan," kata Jokowi.

    Baca: Jepang Beri Pinjaman Bantuan Fiskal Rp6,95 Triliun untuk Indonesia

    3. Upaya memperkuat kerja sama di bidang ekonomi

    Disampaikan Presiden, Jepang adalah salah satu mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi. Dirinya pun menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia, seperti perusahaan Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota.

    Jokowi pun juga meminta perhatian Jepang terkait adanya kendala izin impor untuk produk pertanian, kehutanan, dan perikanan dari Indonesia. Serta mendorong Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia.

    4. Kemitraan Indonesia-Jepang dalam memperkuat kerja sama multilateral

    Indonesia menekankan pentingnya spirit kerja sama untuk terus diperkuat terutama di tengah rivalitas yang semakin menajam antara kekuatan besar dunia.

    "Spirit kerja sama yang inklusif perlu juga terus dimajukan dalam rangka kerja sama Indo-Pasifik sebagaimana tecermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Saya juga menggarisbawahi harapan agar Laut Cina Selatan dapat terus menjadi laut yang damai dan stabil," kata Jokowi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id