"Ini paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dikutip dari Antara, Sabtu, 15 Agustus 2020.
Menkeu menjelaskan penurunan target penerimaan dividen BUMN sebagai akibat dari menurunnya kinerja keuangan imbas pandemi covid-19.
Dampak tersebut sangat dirasakan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perhubungan, pariwisata dan industri manufaktur.
"Laba bersih BUMN diproyeksikan mengalami penurunan, sehingga berdampak pada dividen yang dapat dibagikan kepada pemegang saham," ungkapnya.
Adapun kebijakan yang akan ditempuh pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan dividen BUMN. Antara lain, menjaga profitabilitas dan likuiditas perusahaan dengan mempertimbangkan tingkat laba, kemampuan pendanaan, dan solvabilitas.
Kemudian menjaga persepsi investor yang dapat berpotensi menurunkan nilai pasar BUMN yang terdaftar di bursa efek. Lalu penyesuaian regulasi dan perjanjian yang mengikat BUMN, serta penetapan dividen lebih selektif untuk menyeimbangkan antara kebutuhan APBN dengan pelaksanaan program dan kesinambungan usaha BUMN.
"Kelima reformasi dan penataan BUMN dalam rangka memperbaiki kinerja BUMN sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara," pungkas dia.
(Des)