Sri Mulyani Ungkap Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi di Kuartal III 2020

    Eko Nordiansyah - 27 Oktober 2020 16:58 WIB
    Sri Mulyani Ungkap Tanda-Tanda Pemulihan Ekonomi di Kuartal III 2020
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional pada kuartal III 2020. Terlebih setelah di kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi tercatat mengalami kontraksi cukup dalam mencapai minus 5,32 persen.

    "Perbaikan berangsur didorong oleh percepatan realisasi dari stimulus fiskal atau APBN dan perbaikan dari sisi ekspor," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Ia merinci belanja pemerintah pada kuartal III 2020 mengalami peningkatan signifikan didukung oleh realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Berapa sektor yang realisasinya cukup baik adalah bantuan sosial dan dukungan UMKM.

    Sri Mulyani menjelaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk bisa mengurangi kontraksi yang dalam pada konsumsi rumah tangga. Dengan langkah-langkah pelaksanaan program PEN ini, pemerintah melihat konsumsi rumah tangga sudah menunjukkan perbaikan.

    "Selain itu, kinerja ekspor juga tunjukkan perbaikan terutama pada beberapa komoditas seperti besi baja, pulp dan waste paper serta tekstil dan produk tekstil. Yang ditopang dengan berlanjutnya permintaan global terutama yang bersumber dari Amerika Serikat dan Tiongkok," ungkapnya.

    Meski begitu, ia menilai pertumbuhan investasi terlihat masih dalam tekanan, dengan beberapa sektor sudah mulai menunjukkan perbaikan. Seperti sektor bangunan seiring dengan berlanjutnya berbagai proyek-proyek strategis nasional yang mulai dilaksanakan kembali.

    Sri Mulyani menambahkan, proses pemulihan ekonomi didukung stabilitas dari sisi makro ekonomi yang dijaga baik dan bersama oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Misalnya, inflasi yang berada pada level 1,42 persen year on year (yoy) pada September 2020.

    Ketahanan sektor eksternal juga dinilai terjaga, tercermin dari defisit transaksi berjalan yang diprediksi tetap rendah ditopang surplus neraca perdagangan pada kuartal III 2020 yaitu sebesar USD8,03 miliar. Sementara itu, cadangan devisa di September mencapai USD135,2 miliar dan nilai tukar rupiah yang stabil.

    "KSSK akan terus dukung pemulihan ekonomi yang mulai berjalan dengan kita bersama-sama akan memobilisasi seluruh instrumen kebijakan dan aspek regulasinya. Koordinasi kebijakan dari anggota KSSK akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan baik dari sisi penawaran, maupun dari sisi permintaan dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id