Ekonomi Domestik Bantu Indonesia Bertahan saat Pandemi

    Antara - 04 Mei 2021 21:29 WIB
    Ekonomi Domestik Bantu Indonesia Bertahan saat Pandemi
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.



    Jakarta: Ekonom senior CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan ekonomi domestik bisa membantu Indonesia bertahan di tengah pandemi covid-19.

    "Ekonomi kita orientasinya adalah domestik ekonomi. Data menunjukkan porsi ekspor - impor kita terhadap PDB rendah, jadi kalau kita bisa menghidupkan ekonomi domestik kita, maka kita akan cukup survive melewati masa pandemi ini," kata Hendri, dikutip dari Antara, Selasa, 4 Mei 2021.






    Namun yang menjadi kendala, lanjut dia, seberapa besar pengaruh insentif-insentif yang diberikan pemerintah untuk menggerakkan domestik ekonomi. Menurut data CORE, mobilitas orang sudah terjadi tetapi tidak diikuti oleh konsumsi rumah tangga yang masih jauh di bawah kondisi pra-pandemi.

    "Indeks penjualan riil masih tajam negatifnya, artinya konsumsi rumah tangga belum mendorong penjualan ritel atau produk yang diminati masyarakat," ujar dia.

    Hal tersebut disebabkan karena kelas menengah atas yang 82 persen berkontribusi terhadap konsumsi rumah tangga belum banyak melakukan aktivitas ekonomi. Sedangkan masyarakat golongan ke bawah masih sangat bergantung dengan berbagai program bantuan sosial yang diberikan pemerintah.

    Kemudian sebanyak 2,9 juta orang kehilangan pekerjaan saat pandemi sehingga mereka tidak punya tambahan pendapatan untuk berbelanja.

    "Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia karena 56 persen dari ekonomi kita adalah konsumsi. Jadi bagaimana kita bisa menggerakkan konsumsi kembali," katanya.

    Hendri Saparini mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai kekuatan domestik ekonomi bisa menjadi kunci penyangga pertumbuhan ekonomi bila realisasinya lebih cepat dan didesain dengan tepat. Selain itu, diperlukan sejumlah terobosan kebijakan agar pertumbuhan ekonomi di kuartal II hingga IV bisa di atas lima persen.

    "Yang digelontorkan pemerintah (dana PEN) tidak sedikit, tetapi tidak diintegrasikan sehingga multiplier effect menjadi terbatas. Kalau kita lakukan beberapa terobosan kita akan mencapai di atas lima persen seperti yang diharapkan pemerintah," katanya.

    Adapun Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran kabinet merealisasikan pertumbuhan ekonomi di level tujuh persen pada kuartal II-2021, naik signifikan dibandingkan kuartal II-2020 yang minus 5,32 persen.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id