Rekomendasi Bank Dunia untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 29 September 2020 12:27 WIB
    Rekomendasi Bank Dunia untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
    Bank Dunia menyebut ada beberapa pilihan kebijakan untuk mencegah penyebaran penyakit dan memberikan bantuan selama pandemi covid-19. Foto: AFP.
    Jakarta: Bank Dunia menyebut ada beberapa pilihan kebijakan untuk mencegah penyebaran penyakit dan memberikan bantuan selama pandemi covid-19. Hanya saja, upaya tersebut idealnya didukung oleh informasi tentang bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut akan memengaruhi pemulihan dan pertumbuhan di masa mendatang.

    Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo mengatakan pemerintah dihadapkan pada banyak pilihan sulit. Pasalnya belanja besar untuk bantuan ataupun stimulus yang mendukung konsumsi mungkin akan menyebabkan pemerintah yang sudah berutang kurang siap untuk berinvestasi pada infrastruktur, dan akibatnya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

    "Krisis kali ini telah menunjukkan bahwa dengan memandang permasalahan ini secara dinamis dapat membantu pemerintah negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik menentukan pilihannya saat ini, yang mungkin mengurangi parahnya dampak di masa mendatang," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 29 September 2020.

    Terdapat tujuh bidang yang perlu menjadi perhatian menurut Bank Dunia. Pertama, meningkatkan kapasitas melakukan pencegahan penyebaran covid-19. Kedua, memulai reformasi fiskal yang memungkinkan belanja lebih besar untuk pemberian bantuan tanpa perlu mengorbankan investasi publik.

    "Defisit keuangan yang besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan akan meningkatkan utang pemerintah rata-rata sebesar tujuh poin persentase dari nilai PDB pada 2020. Utang sektor swasta yang besar dan terus bertambah menjadi tambahan risiko tidak langsung terhadap keuangan pemerintah," ungkapnya.

    Ketiga, pemerintah perlu menjaga upaya kehati-hatian di bidang keuangan. Keempat, memperluas perlindungan sosial. Bank Dunia menilai, perlindungan sosial memainkan tiga peranan sekaligus, yakni dalam memitigasi dampak langsung dari krisis, dalam membantu para pekerja, dan dalam mencegah terjadinya penurunan jangka panjang pada modal manusia.

    "Perluasan perlindungan sosial yang meliputi seluruh masyarakat miskin yang sudah ada maupun yang baru, dikombinasikan dengan investasi pada infrastruktur terkait penyampaiannya dapat memastikan agar bantuan tersampaikan kepada masyarakat pada saat dibutuhkan," jelas dia.

    Selanjutnya, rekomendasi kelima Bank Dunia adalah merancang strategi bersekolah secara cerdas. Keenam, memberikan dukungan kepada dunia usaha. Ketujuh, memperkuat reformasi di bidang perdagangan bagi negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik terutama pada sektor-sektor layanan yang masih diberikan perlindungan.

    "Seperti misalnya keuangan, transportasi, dan komunikasi, untuk memperkuat produktivitas perusahaan, menghindari tekanan untuk melindungi sektor-sektor lainnya, dan memperlengkapi masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari peluang digital yang proses kebangkitannya dipercepat oleh pandemi," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id