Dua Alasan Investor Siapkan Alternatif Investasi

    Annisa ayu artanti - 08 Oktober 2019 19:48 WIB
    Dua Alasan Investor Siapkan Alternatif Investasi
    Illustrasi. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
    Jakarta: Bank Commonwealth menilai investor perlu menyiapkan alternatif investasi dalam menyikapi kondisi global dan poltik dalam negeri. Hal itu dikatakan Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya, lantaran iklim pasar investasi masih dipengaruhi dua faktor tersebut.

    Kondisi ekonomi global masih dipenuhi sentimen seputar potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih belum menemukan titik terang. Kemudian, penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat di pertengahan September masih belum mampu membawa perubahan arah investasi, karena investor masih berada pada posisi risk off mode.

    Di samping itu, penyerangan ladang minyak Arab Saudi oleh drone yang tidak dikenal juga semakin memperkeruh kondisi politik dunia dan di saat bersamaan kondisi geopolitik Asia semakin panas setelah demonstrasi Hong Kong yang belum berakhir, disusul oleh demonstrasi di Indonesia.

    "Karena dalam kondisi sentimen negatif dari global dan kondisi politik Indonesia yang bergejolak karena demonstrasi, investor asing cenderung berada pada risk off mode," kata Ivan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Ivan juga menyebutkan beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam membuat strategi investasi di Oktober ini adalah perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait perang dagang dan jadwal laporan keuangan pasar saham kuartal III. Lalu, kebijakan moneter bank sentral di dunia, pelantikan presiden Indonesia di pertengahan Oktober, dan babak final perundingan Inggris Raya keluar dari Uni Eropa (Brexit).

    “Bank Sentral di penjuru dunia diprediksi akan melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan nilai suku bunga, sementara dari sisi domestik prosesi pelantikan Presiden Indonesia yang diprediksi berlangsung aman, walaupun beberapa waktu sempat terjadi demonstrasi, akan menjadi katalis positif bagi Indonesia,” jelas Ivan.

    Di tengah kondisi seperti ini, Ivan merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi investasi untuk meminimalisir risiko kerugian yang akan dihadapi di saat pasar masih tak menentu.

    "Diversifikasi investasi menjadi alternatif yang menarik seperti ORI016," sebut dia.  

    Menurutnya, reksa dana dan obligasi saat ini dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi yang tepat karena berdasarkan data historis, pasar saham Indonesia umumnya positif di kuartal IV, sementara itu pasar obligasi berpotensi menguat saat era penurunan suku bunga.

    Produk obligasi yang baru diluncurkan Kementerian Keuangan, ORI016, merupakan pilihan menarik untuk investasi di obligasi. Selain karena lebih tidak berisiko, investor dapat mulai berinvestasi dengan hanya Rp1 juta, dengan kupon 6,8 persen gross per tahun yang berada di atas suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,25 persen investor berpotensi memperoleh capital gain di era penurunan suku bunga ini.

    ORI016 ini memiliki tenor selama tiga tahun hingga 15 Oktober 2022. Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 15 setiap bulannya, dengan kupon pertama dibayarkan pada 15 Desember 2019.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id