comscore

Airlangga Ajak Daerah Jaga Pemulihan Ekonomi agar RI Lolos dari Middle Income Trap

Husen Miftahudin - 08 Maret 2022 20:03 WIB
Airlangga Ajak Daerah Jaga Pemulihan Ekonomi agar RI Lolos dari <i>Middle Income Trap</i>
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak daerah untuk bersama-sama menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Langkah tersebut diperlukan guna pertumbuhan ekonomi dapat terus bertumbuh meski masih terdapat bayang-bayang tantangan pandemi.

"Kita perlu menjaga pemulihan ekonomi nasional sehingga kita dapat terus tumbuh, dan di jangka menengah tentu kita punya tantangan agar bisa segera lolos dari middle income trap (jebakan pendapatan kelas menengah)," ujar Airlangga, dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Selasa, 8 Maret 2022.

Pemerintah pusat, diakui Airlangga, terus menjaga berbagai program pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan melakukan reformasi struktural sebagai syarat agar potensi ekonomi Indonesia menjadi lebih optimal.
Menurutnya, reformasi penting dilakukan untuk memperbaiki produktivitas dan peningkatan daya saing. Reformasi dijalankan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi agar dapat kembali ke jalur seperti sebelum pandemi terjadi, bersamaan dengan pencapaian visi Indonesia Maju 2045.

"Selain itu, sinergi yang kuat antara pemerintah dan para stakeholder tentunya menjadi penting dan menjadi faktor utama agar pemulihan ekonomi bisa dipacu secara lebih cepat," tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Airlangga, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,2 persen pada tahun ini. Karena itu, pada saat yang bersamaan ia meminta seluruh pihak untuk menjaga mengendalikan pandemi covid-19, termasuk varian Omicron.

"Oleh karena itu pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga efektivitas pengendalian pandemi, dan pemerintah pusat berterima kasih kepada pd seluruh pemerintah daerah termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta yang telah mengantisipasi dan bekerja sama melalui penerapan berbagai level PPKM," terang dia.

Guna merealisasi target pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini, hingga 28 Februari 2022, sebesar Rp55,06 triliun kepada 1,26 juta debitur. Sehingga total outstanding KUR pada 28 Februari 2022 sebesar Rp412 triliun dengan NPL yang relatif rendah sebesar 0,98 persen.

"Pembiayaan untuk Usaha Kecil Menengah melalui KUR ini telah didorong menjadi beberapa level, antara lain KUR Super Mikro di bawah Rp10 juta, KUR Mikro antara Rp10 juta sampai Rp100 juta yang disiapkan oleh pemerintah tanpa agunan, dan KUR Kecil antara Rp100 juta sampai Rp500 juta," pungkas Airlangga.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id