comscore

Dapat 'Surat Cinta' Ikut Program Pengungkapan Sukarela, Wajib Pajak Harus Apa?

Eko Nordiansyah - 09 Juni 2022 13:01 WIB
Dapat Surat Cinta Ikut Program Pengungkapan Sukarela, Wajib Pajak Harus Apa?
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah mengirimkan tambahan 18 juta surat elektronik (surel) atau e-mail kepada wajib pajak untuk segera ikut program pengungkapan sukarela (PPS) yang akan berakhir pada 30 Juni 2022.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Neilmaldrin Noor mengatakan, e-mail blast yang dikirimkan kepada wajib pajak berisi imbauan untuk memanfaatkan PPS sebagai kesempatan memperbaiki pelaporan harta.
"Atas imbauan tersebut, wajib pajak dapat mengecek kembali kesesuaian pelaporan kewajiban perpajakannya sampai dengan SPT Tahunan 2020," kata dia kepada Medcom.id, Kamis, 9 Juni 2022.

Ia menjelaskan, e-mail tersebut dikirimkan kepada wajib pajak, karena berdasarkan data yang dimiliki DJP masih terdapat kewajiban perpajakan yang belum sesuai pada SPT Tahunan. Untuk itu, DJP mengingatkan agar wajib pajak segera mengikuti PPS sebelum berakhir.

Sebelumnya, DJP telah mengirimkan sebanyak 1,62 juta surel per 24 Maret 2022 yang berisi imbauan kepada wajib pajak untuk segera memanfaatkan PPS. Wajib pajak diminta memanfaatkan PPS sesegera mungkin dan tak berdekatan batas waktu penyampaian.
 
"PPS merupakan kesempatan yang diberikan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan kewajiban yang belum dilakukan secara sukarela melalui pembayaran penghasilan berdasarkan pengungkapan harta," ungkapnya.

Berikut imbauan yang disampaikan DJP kepada wajib pajak untuk mengikuti PPS beberapa waktu lalu:

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-196/PMK.03/2021, pemerintah telah menetapkan Tata Cara Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak. Program Pengungkapan Sukarela (PPS) ini berlaku sejak tanggal 1 Januari 2022 dan akan berakhir pada 30 Juni 2022. Dengan menimbang manfaat bagi wajib pajak, maka dengan ini disampaikan beberapa hal kepada wajib pajak sebagai berikut.

1. Mengingat PPS ini tinggal tersisa kurang dari 38 hari lagi, wajib pajak diimbau untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum terpenuhi dalam PPS ini sebelum batas waktu penyampaian berakhir;

2. Dengan berpartisipasinya wajib pajak dalam PPS, wajib pajak akan terbebas dari sanksi administratif dan memperoleh perlindungan data bahwa data harta yang diungkapkan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana pajak terkait harta yang diikutsertakan dalam PPS;

3. Pelaporan atau pengungkapan tersebut dilakukan dengan Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta  (SPPH) yang disampaikan secara elektronik dengan login melalui laman web https://pajak.go.id;

4. Dalam hal terdapat pertanyaan seputar PPS, wajib pajak dapat menghubungi saluran informasi khusus PPS melalui:
a.  Nomor telepon 1500-008
b.  Chat whatsapp melalui nomor 081156-15008
c.  Live chat pada situs web www.pajak.go.id
d.  Akun Twitter @kring_pajak
e.  E-mail informasi@pajak.go.id dan pengaduan@pajak.go.id.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id