Pemerintah Bayarkan Rp11,8 Miliar Insentif Relawan Tenaga Kesehatan di Wisma Atlet

    Eko Nordiansyah - 12 Mei 2021 15:35 WIB
    Pemerintah Bayarkan Rp11,8 Miliar Insentif Relawan Tenaga Kesehatan di Wisma Atlet
    Ilustrasi penanganan pasien positif covid-19 di Wisma Atlet Jakarta - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa



    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah selesai membayarkan tunggakan pembayaran insentif bagi 1.613 relawan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dengan nilai Rp11,8 miliar. Tunggakan tersebut merupakan pembayaran insentif Desember 2020 yang dibayarkan pada tahun ini.

    Sementara untuk pembayaran insentif di 2021, Kemenkes telah membayarkan untuk insentif Januari hingga Maret dengan cara transfer mandiri ke rekening tenaga kesehatan. Sedangkan insentif untuk April, masih dalam proses pengajuan SPM.

     



    "Teman-teman RSDC juga sudah tepat waktu mengajukan untuk Januari, Februari, dan Maret. Pembayarannya dibayarkan langsung ke para tenaga kesehatan," kata Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Kirana Pritasari dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu, 12 Mei 2021.

    Selain tunggakan bagi para relawan, Kirana menyebut Kemenkes juga tengah mempercepat pembayaran tunggakan insentif tahun lalu kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan yang menjadi tanggung jawab Kemenkes.

    "Kami masih memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan data untuk direviu BPKP sebesar Rp382 miliar. Sebagian datanya sudah diproses oleh BPKP, sehingga satu dua hari pascalibur kami harapkan sudah disetujui BPKP sehingga kami proses pembayarannya," ujarnya.

    Mengadopsi sistem yang baru ini, maka ditargetkan proses pembayaran insentif akan rampung dalam kurun waktu satu minggu setelah libur Lebaran. Kirana kembali mengingatkan akurasi data akan sangat menentukan kecepatan pembayaran insentif.

    "Apabila terjadi perbedaan dengan tahun sebelumnya maka proses pembayaran membutuhkan waktu yang lama karena perlu dilakukan verifikasi kembali. Kemenkes terus memantau apakah pembukaan rekening baru relawan telah terealisasikan atau belum," tutur dia.

    Kirana menambahkan, ke depan kemungkinan proses pembayaran insentif akan dilakukan rutin per bulan. Fasilitas layanan kesehatan diminta untuk dapat mengajukan usulan tepat waktu, sehingga jumlah yang diinput di aplikasi tidak menumpuk.


    "Jangan menunggu Mei-Juni baru diajukan di Juli, jadi kalau bisa insentif Juni diajukan Mei, Juli diajukan Juni. Supaya kami bisa secara rutin membayarkannya, tidak dikumpulkan beberapa bulan baru diajukan," ujarnya.

    Kirana memahami bahwa seluruh relawan belum sepenuhnya menerima rekening baru. Hal ini karena, proses pembukaan rekening membutuhkan waktu untuk divalidasi.

    Sedangkan merujuk pada perubahan sistem tahun ini, maka pembayaran insentif harus dikirimkan langsung ke rekening tenaga kesehatan, tidak boleh melalui fasilitas kesehatan. Hal ini untuk menghindari adanya penyimpangan, keterlambatan pembayaran insentif sekaligus sebagai bentuk transparansi pemerintah.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id