BPS Catat Inflasi November 0,14%

    Husen Miftahudin - 02 Desember 2019 12:01 WIB
    BPS Catat Inflasi November 0,14%
    Kepala BPS Suhariyanto. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara umum terjadi kenaikan harga pada sebagian besar indeks kelompok pengeluaran pada November 2019. Hal itu menyebabkan bulan tersebut mengalami inflasi sebesar 0,14 persen secara month to month (mtm).

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 57 kota di antaranya mengalami inflasi. Manado menjadi kota dengan catatan inflasi tertinggi sebesar 3,30 persen. Sementara Malang menjadi kota dengan inflasi terendah sebesar 0,01 persen.

    "Sebanyak 25 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Batam dan Denpasar yang masing-masing sebesar 0,01 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

    Menurut dia, tingginya deflasi yang dicatat Tanjung Pandan lantaran adanya penurunan tarif angkutan udara. "Dan juga adanya penurunan harga berbagai jenis komoditas ikan," urainya.

    Dengan angka ini, lanjut Suhariyanto, maka inflasi tahun ke tahun alias year on year (yoy) adalah sebesar tiga persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada November tahun lalu sebesar 3,23 persen (yoy), juga lebih rendah ketimbang November 2017 sebesar 3,30 persen (yoy).

    Adapun seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi pada November 2019, kecuali transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Sebab, kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

    Untuk kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami inflasi 0,37 persen dan memberikan andil inflasi paling besar yaitu 0,07 persen. Suhariyanto menyebutkan, ada beberapa komoditas yang menyumbang inflasi, di antaranya kenaikan harga pada bawang merah, tomat sayur, daging ayam ras, telur ayam ras, serta beberapa sayur dan buah-buahan.

    "Kenaikan harga bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,07 persen andilnya. Kemudian tomat sayur 0,05 persen, daging ayam ras menyumbang inflasi dengan andil 0,03 persen, telur ayam ras 0,01 persen, serta beberapa sayur dan buah-buahan yang masing-masing 0,01 persen," beber dia.

    Sebaliknya, ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi. Cabai merah, di berbagai daerah harga cabai merah mengalami penurunan sehingga komoditas ini menyumbang deflasi sebesar 0,08 persen.

    "Kemudian ada juga ikan segar dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen."

    Secara umum, sebut dia, hampir separuh inflasi November 2019 disumbang oleh kelompok bahan makanan. "Kelompok pengeluaran ini menyumbang inflasi bulan November sebesar 0,07 persen," tutup Suhariyanto.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id