Tiga Wilayah Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Husen Miftahudin - 20 September 2019 13:03 WIB
    Tiga Wilayah Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
    Kepala Grup Sektoral dan Regional Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Endy Dwi Tjahjono. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Surakarta: Bank Indonesia (BI) mengakui tekanan global membuat pertumbuhan ekonomi nasional terseok. Meski demikian, pertumbuhan konsumsi dan investasi mampu menjadi penopang sehingga ekonomi nasional pada triwulan II-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (yoy).

    Kepala Grup Sektoral dan Regional Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Endy Dwi Tjahjono mengatakan terjaganya pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2019 didukung perbaikan pertumbuhan di tiga wilayah. Secara spasial, wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Balinusra (Bali dan Nusa Tenggara) pertumbuhan ekonominya meningkat.

    "Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jawa yang pangsanya mencapai 59 persen perekonomian nasional, tumbuh relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya," ujar Endy dalam Diseminasi Laporan Nusantara Edisi Agustus 2019, di Kantor Perwakilan BI Solo, Jalan Jenderal Sudirman, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 20 September 2019.

    Berdasarkan Laporan Nusantara Edisi Agustus 2019, pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera meningkat dari 4,55 persen menjadi 4,62 persen pada triwulan II-2019. Wilayah ini memiliki 22 persen pangsa pertumbuhan ekonomi nasional.

    Sementara wilayah Kalimantan yang memiliki pangsa secara nasional sebesar delapan persen, pertumbuhan ekonominya meningkat dari 5,39 persen ke 5,60 persen. Sedangkan wilayah Balinusra dengan pangsa nasional tiga persen, pertumbuhan ekonominya naik dari 4,74 persen menjadi 5,05 persen.

    Adapun wilayah Jawa pertumbuhan ekonominya tumbuh stagnan. Dari 5,67 persen di triwulan I-2019 menjadi 5,68 persen pada triwulan II-2019.

    Endy menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa, Sumatra, dan Balinusra didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi swasta dan pemerintah seiring perayaan Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) serta periode liburan. Kemudian pencairan rapel kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), Tunjangan Hari Raya (THR), serta gaji ke-13.

    "Ekonomi Kalimantan tumbuh menguat didorong ekspor yang meningkat," urainya.

    Sementara, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua) anjlok, dari 1,58 persen menjadi 0,68 persen di triwulan II-2019. Sulampua memiliki pangsa sembilan persen terhadap perekonomian nasional.

    "Ekonomi Sulampua melambat karena kontraksi ekspor tambang yang semakin dalam," tutur Endy.

    Secara umum, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi di 19 provinsi dari 34 provinsi tumbuh melambat. Utamanya berada di wilayah Sulampua. "Bahkan, pertumbuhan ekonomi Papua dan Papua Barat terkontraksi cukup dalam," tukas Endy.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id