Tantangan Sri Mulyani Kelola Uang Negara selama Pandemi

    Eko Nordiansyah - 17 Februari 2021 17:50 WIB
    Tantangan Sri Mulyani Kelola Uang Negara selama Pandemi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan pengelolaan keuangan negara menghadapi tantangan yang luar biasa dalam situasi pandemi covid-19. Menurutnya, instrumen keuangan negara bekerja keras dalam menangani pandemi.

    "Keuangan negara instrumen yang bekerja keras menangani pandemi ini. Kita belanja Rp2.500 triliun lebih tahun lalu, dan tahun ini Rp2.750 triliun," kata dia dalam Orientasi Calon ASN Kementerian Keuangan 2021 secara virtual, di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021.




    Ia menyebut sebagian pegawai Kemenkeu yang ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) mendapat tekanan cukup berat. Mereka dituntut untuk mengumpulkan penerimaan negara dalam situasi pandemi yang tidak mudah.

    Sementara di sisi lain, negara membutuhkan lebih banyak belanja untuk menangani pandemi covid-19. Bukan hanya dari sisi kesehatan saja, tetapi juga membantu masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi selama pandemi berlangsung sejak tahun lalu.

    "Keuangan negara tertekan tapi kita harus menolong rakyat, kita harus bayar masyarakat yang masuk RS karena covid, bayar tenaga kesehatan, bayar alat, kita upgrade RS, dan membantu rakyat yang kehilangan pekerjaan, kita bantu usaha kecil," ungkapnya.

    Sri Mulyani menegaskan tantangan yang akan dihadapi tidaklah mudah selain dari pandemi covid-19. Mulai dari perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya bencana hingga perubahan teknologi digital yang membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat.

    "Sebagian senang dan excited karena milenial semua, terbiasa kerja dengan smartphone, bisa kerja luar biasa produktif. Namun teknologi digital memberi konsekuensi banyak, yang belum semua kita siapkan dan sadari," jelas dia.

    Ia berharap dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh Kemenkeu, bisa mengarahkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memulai perjalanan 'from zero to hero'. Sri Mulyani mengatakan untuk menjadi hero mereka harus lebih banyak memberi dari menerima.

    "Hero adalah orang yang not only giving more but mereka memberikannya dengan tulis ikhlas. Kalau memberi dengan hitungan itu namanya pengusaha bukan hero. Seorang hero, you give more and you give dengan ikhlas atau tulus. Hero mengerjakan dengan cinta, memberikan yang terbaik dari kalian, then you become a hero," pungkasnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id