2020, ADB Perkirakan Ekonomi Indonesia Terkontraksi 1%

    Suci Sedya Utami - 16 September 2020 08:15 WIB
    2020, ADB Perkirakan Ekonomi Indonesia Terkontraksi 1%
    Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
    Jakarta: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi satu persen di tahun ini di tengah pandemi covid-19. Namun ekonomi nasional diprediksi akan kembali tumbuh 5,3 persen pada 2021.

    Dalam Asian Development Outlook (ADO) 2020 Update disebutkan, kontraksi tahun ini, yang merupakan kemerosotan ekonomi Indonesia yang pertama sejak krisis keuangan Asia di 1997-1998, terjadi di tengah proyeksi pertumbuhan negatif secara keseluruhan di kawasan Asia yang sedang berkembang, termasuk Malaysia (minus 5,0 persen), Filipina (minus 7,3 persen), dan Thailand (minus 8,0 persen).

    "Meskipun memiliki fundamental makroekonomi yang kuat, Indonesia diperkirakan menghadapi jalur pertumbuhan yang sulit sampai dengan akhir 2020, mengingat besarnya ketidakpastian dalam cakupan dan tren pandemi di Indonesia,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein, dalam keterangan resminya, Rabu, 16 September 2020.

    Konsumsi Indonesia mengalami kontraksi pada paruh pertama 2020, seiring pemotongan belanja oleh rumah tangga dan penundaan investasi oleh dunia usaha. Permintaan terhadap ekspor Indonesia ikut merosot seiring diberlakukannya karantina wilayah di seluruh dunia.

    Pemerintah merespons dengan kebijakan yang luas guna mengurangi dampak pandemi, termasuk dukungan penghasilan bagi rumah tangga dan pekerja yang rentan, peningkatan perawatan kesehatan, dan bantuan ekonomi bagi dunia usaha.

    Laporan ADB ini memperkirakan belanja rumah tangga masih akan tetap rendah dalam waktu dekat, mengingat pembatasan sosial yang dilaksanakan guna mengendalikan penyebaran virus.

    Selain itu permintaan global dan domestik akan tetap lemah pada 2020, kegiatan perdagangan dan investasi pun akan tetap rendah. Lemahnya permintaan domestik dalam jangka waktu dekat menyebabkan perkiraan inflasi Indonesia tahun ini turun dari tiga persen menjadi rata-rata dua persen.

    Namun, laporan ini memproyeksikan pemulihan yang cepat, dengan permintaan domestik yang tadinya tertahan mampu mendongkrak indeks manajer pembelian di bidang manufaktur hingga melampaui ambang batas 50 pada Agustus. Keyakinan juga semestinya ikut naik seiring bantuan pembiayaan dari pemerintah untuk investasi dan operasi usaha.

    Sementara itu, impor barang modal merosot lebih tajam daripada kontraksi pendapatan dari pariwisata dan ekspor komoditas, sehingga defisit transaksi berjalan kini diperkirakan turun menjadi setara dengan 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2020.

    "Di tengah ketidakpastian yang ada, risiko terhadap proyeksi ini lebih cenderung ke bawah," tambah Ekonom ADB untuk Indonesia Emma Allen.

    Memburuknya kondisi infeksi, baik pada tingkat lokal maupun global, yang akan menimbulkan pemburukan keyakinan konsumen secara berkepanjangan, dapat menunda pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, kata Emma, sangat penting bagi pemerintah untuk segera melaksanakan langkah-langkah dalam menanggulangi pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi.

    Lebih lanjut, ADO 2020 Update menyebutkan, pemulihan ekonomi Indonesia tahun depan akan didukung oleh perekonomian global dan reformasi domestik yang meningkatkan investasi. Kemudian seiring pulihnya belanja rumah tangga dan dunia usaha pada 2021, inflasi diperkirakan naik ke 2,8 persen.

    "Ke depan, prioritas kebijakan yang konsisten dan terkoordinasi, disertai keseimbangan antara perlindungan nyawa dan mata pencaharian, serta memulai kembali kegiatan usaha secara aman, tetap lah penting guna memastikan pemulihan yang cepat dan inklusif," pungkas Winfried.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id