Menkeu Beri Sinyal Penerimaan Pajak Tidak Capai Target

    Desi Angriani - 05 November 2019 07:21 WIB
    Menkeu Beri Sinyal Penerimaan Pajak Tidak Capai Target
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi sinyal penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 tak akan mencapai target. Hal ini disebabkan oleh melesunya penerimaan negara dari berbagai sektor industri.

    Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan sektor industri mengalami penurunan akibat dampak pelemahan ekonomi global. Padahal sektor tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam penerimaan negara.

    "Industri manufaktur bahkan mengalami growth negatif dari sisi penerimaan pajak. Artinya kalau perusahaan mengalami tekanan, sehingga penerimaan atau lebih mereka menurun, maka pembayaran pajak mereka juga akan menurun," ujarnya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 4 November 2019.

    Namun sayangnya, Ani enggan membocorkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir September 2019 ini. Ia hanya menjabarkan sejumlah penerimaan negara melalui sektor industri. Di antaranya, industri pengolahan turun 3,2 persen atau Rp245,6 triliun hingga September 2019.

    Kemudian realisasi penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan real estate hanya Rp56,2 triliun atau turun 1,2 persen. Selanjutnya penerimaan dari sektor pertambangan turun drastis 20,6 persen atau tercatat tumbuh Rp43,2 triliun. Untuk sektor perdagangan, realisasinya juga melambat 2,8 persen atau mencapai Rp176,2 triliun.

    Begitu pula sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat 4,9 persen menjadi Rp 120,6 triliun. Sementara transportasi dan pergudangan menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 18,9 persen atau mencapai Rp36,3 triliun.

    Ani menambahkan lemahnya kinerja perdagangan internasional juga tercermin pada perlambatan kinerja bea masuk dan bea keluar yang terjadi di beberapa sektor lapangan usaha utama.

    "Semua lapangan usaha utama mengalami perlambatan, hanya lapangan usaha pertanian, kehutanan, dam perikanan yang tumbuh. Sektor utama bea keluar yaitu untuk lapangan usaha pertambangan juga mengalami perlambatan," ungkap dia.

    Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut mengalami penurunan. Hingga akhir September 2019, PNBP SDA Migas turun 9,5 persen dan PNBP SDA nonmigas turun 9,2 persen. Penurunan PNBP SDA tersebut dipengaruhi oleh tren penurunan ICP, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga realisasi harga batu bara acuan (HBA).

    "Hingga akhir September 2019, ICP mencapai USD60,8 per barel dan HBA mencapai USD64,8 per ton," pungkas dia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id