Dana Bagi Hasil Jadi Bantalan Penaikan Cukai Rokok

    Suci Sedya Utami - 17 September 2019 07:51 WIB
    Dana Bagi Hasil Jadi Bantalan Penaikan Cukai Rokok
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kementerian Keuangan
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai bantalan sosial dalam menyanggah gejolak ekonomi yang bisa terjadi di masyarakat akibat penaikan tarif cukai hasil tembakau atau rokok.

    Ani, biasa ia disapa menjelaskan, DBH salah satunya berasal dari pungutan cukai dan pajak yang nantinya dialokasikan pemerintah untuk dikembalikan lagi pada rakyat. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan selama ini seluruh daerah terutama untuk produsen tembakau diberikan DBH yang diperuntukkan untuk penguatan masyarakat terutama petani.

    Selain itu DBH juga digunakan guna menjamin kesehatan masyarakat. "Jadi harapannya DBH bisa dipakai daerah untuk meningkatkan ketahanan ekonominya," kata Ani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin malam, 16 September 2019.

    Dalam kesepakatan awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, alokasi DBH dianggarkan dari usulan Rp116,14 triliun menjadi Rp117,58 triliun. Besaran tersebut meliputi DBH Pajak, DBH Cukai Hasil Tembakan, DBH Sumber Daya Alam, DAU dan DAK.

    Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai pada hasil tembakau atau rokok di 2020. Penaikan sebesar 23 persen merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan sejarahnya, penaikan cukai rokok sebagai berikut:

    2011: enam persen
    2012: 16,3 persen
    2013: 8,5 persen
    2014: nol persen
    2015: 8,7 persen
    2016: 11,3 persen
    2017: 10 persen
    2018: nol persen
    2019: sejauh ini nol persen
    2020: direncanakan 23 persen

    Adapun ketika cukai tersebut mengalami penaikan, realisasi pertumbuhan ekonomi sebagai berikut:

    2011: 6,5 persen
    2012: enam persen
    2013: 5,8 persen
    2014: 5,1 persen
    2015: 4,8 persen
    2016: lima  persen
    2017: 5,07 persen
    2018: 5,17 persen
    2019: 5,2 persen (proyeksi).



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id