comscore

Airlangga: Pemulihan Ekonomi RI 2022 Hadapi Banyak Tantangan

M Ilham Ramadhan - 25 Januari 2022 17:23 WIB
Airlangga: Pemulihan Ekonomi RI 2022 Hadapi Banyak Tantangan
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok Kemenko Ekonomi
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan Indonesia memiliki banyak tantangan pemulihan ekonomi di 2022.

Tantangan tersebut antara lain, ketidakpastian pandemi covid-19, dinamika perekonomian global, tidak meratanya distribusi vaksin, pelemahan ekonomi di Tiongkok akibat ambruknya sektor properti, krisis energi di sejumlah negara, dan pengetatan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed).

"Terkait dengan situasi-situasi tersebut, kita perlu merespons secara fleksibel dan adaptif," kata Airlangga saat memberi sambutan dalam Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa, 25 Januari 2022.

 



Respons fleksibel dan adaptif itu akan didorong dengan terus meningkatkan efektivitas vaksinasi. Pasalnya, akselerasi vaksinasi dinilai ampuh membuat perekonomian nasional kembali bergeliat. Terlebih, imbuh Airlangga, penanganan pandemi saat ini memiliki tren yang cukup positif.

Pengambil kebijakan juga akan mengejar target tuntasnya vaksinasi primer di triwulan II-2022. Beriringan dengan itu, vaksin booster juga mulai digulirkan sejak 12 Januari 2021 untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sementara dari sisi perekonomian, lanjut Airlangga, pemerintah telah mengalokasikan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 yang memiliki fokus pada tiga bidang, yakni, kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan ekonomi. Dia berharap stimulus tersebut mampu menjaga pengendalian pandemi dan mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi di 2022 ditargetkan dapat tumbuh 5,2 persen, dan penanganan covid dan pemulihan ekonomi akan menentukan pencapaian target tersebut. Oleh karenanya kerja sama para stakeholder sangat diperlukan dan ini menjadi kunci bagi pemulihan dan mendorong pembangunan ke depan," urai dia.


Selain itu, secara beriringan pemerintah juga menjalankan agenda transformasi ekonomi. Tujuannya, untuk membuat Indonesia memiliki fondasi perekonomian yang kokoh pascapandemi. Transformasi itu diwujudkan melalui ragam regulasi yang dikeluarkan, salah satunya ialah Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Salah satu aturan dalam produk hukum tersebut ialah kemudahan investasi dan berusaha. Diharapkan, penanam modal akan menaruh minat dan berinvestasi di Tanah Air. Pasalnya, investasi yang masif dapat mendorong penciptaan lapangan kerja secara luas. Karenanya, pemerintah menawarkan sejumlah insentif bagi pemodal yang berinvestasi di Indonesia.

"Terdapat 246 bidang usaha prioritas yang terbuka bagi penanaman modal dan tentunya diberikan insentif baik fiskal maupun nonfiskal. Kemudahan investasi tentu perlu didorong oleh para pemda, dan agar pencapaian lapangan kerja bisa lebih luas dan terjadi akselerasi pemulihan ekonomi di masyarakat," jelas Airlangga.

Dia menambahkan, salah satu faktor yang juga bisa mendorong perekonomian Indonesia ialah Presidensi G20 2022. Pasalnya, kata Airlangga, gelaran yang mempertemukan 18 ribu delegasi di 19 kota dalam 150 pertemuan tersebut memiliki dampak keekonomian yang positif.

"Diperkirakan akan mendorong kegiatan yang akan mempekerjakan 33 ribu lapangan kerja, meningkatkan konsumsi sebesar Rp1,7 triliun, dan meningkatkan PDB nasional sebesar Rp7,4 triliun, dan akan bermanfaat dua kali lipat dari penyelenggaraan IMF-WB di 2018 lalu," pungkas Airlangga.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id