Mengoptimalkan Program KPC-PEN untuk Memulihkan Ekonomi

    Ade Hapsari Lestarini - 17 September 2021 15:53 WIB
    Mengoptimalkan Program KPC-PEN untuk Memulihkan Ekonomi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.



    Jakarta: Program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) terus didorong secara optimal oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda). Strateginya, dengan tetap menjaga aspek akuntabilitas dan transparansi agar ekonomi segera bangkit dan pulih.

    "Kita sudah memasuki bulan ke-9 pada 2021, dan covid belum selesai. Oleh karena itu, di 2021, Bapak dan Ibu di Kementerian/Lembaga (K/L) serta pimpinan pemda melihat juga bahwa APBN-nya masih bergerak. Terjadi refocusing, bahkan hingga empat kali. Karena kita memang menggunakan APBN secara sangat fleksibel, responsif namun akuntabel," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat berbicara dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Pemerintah, dikutip Jumat, 17 September 2021.

     



    Menkeu menyampaikan apresiasi kepada seluruh K/L dan pemda yang terus melakukan penyesuaian anggaran guna penanganan covid, tanpa meninggalkan integritas dan tata kelola yang baik.

    "Oleh karena itu saya berterima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang terus menjaga keuangan negara untuk menghadapi situasi yang terus akan berubah. Belajar dari 2020, kita akan mengelola 2021 InsyaAllah dengan lebih baik meskipun kondisi dan situasinya tidak selalu lebih mudah," tambahnya.

    Menkeu berharap APBN dan APBD bisa menjadi motor penggerak untuk memulihkan ekonomi. Menkeu menyampaikan penghargaan kepada seluruh menteri dan pimpinan Lembaga serta pimpinan pemda yang telah menjadi partner bagi Kementerian Keuangan untuk terus menjaga tata kelola keuangan negara. Menurutnya, ini adalah bagian dari tugas bersama untuk menjaga kepercayaan publik.

    Dia juga menyampaikan bahwa segala kebijakan Pemerintah dalam hal pengalokasian dan penggunaan anggaran guna penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi di semua K/L dan pemda memiliki tujuannya sama yaitu untuk bersama-sama menggunakan instrumen keuangan negara secara fleksibel, dinamis, responsif, namun tetap akuntabel dan transparan.

    Percepatan realisasi program perlindungan sosial (perlinsos) dari pemerintah yang mencakup Program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang didistribusikan oleh PT Pos Indonesia (Persero) bersamaan dengan program Keluarga Harapan (PHK) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id