Airlangga Masih Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 4,5% di 2021

    Husen Miftahudin - 31 Juli 2021 14:49 WIB
    Airlangga Masih <i>Pede</i> Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 4,5% di 2021
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok Kemenko Perekonomian



    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 3,7 persen (yoy) hingga 4,5 persen (yoy).
     
    Optimisme  tersebut disampaikan meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengoreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi RI menjadi 3,9 persen atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,3 persen.

    "Soal pertumbuhan ekonomi, pemerintah masih memproyeksikan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di kisaran 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen yoy di 2021," ujar Airlangga dalam siaran persnya, Sabtu, 31 Juli 2021.

     



    Airlangga menyebut untuk kuartal II-2021, pemerintah juga masih optimistis ekonomi bisa tumbuh hingga tujuh persen. Namun untuk kuartal III-2021, ia memprediksikan turun dengan kisaran pertumbuhan 1,0 persen hingga 3,0 persen.

    "Namun demikian, pencapaian tersebut sepenuhnya bergantung pada penanganan covid-19 dan kedisiplinan masyarakat," tegasnya.

    Airlangga menmabhakan secara makro beberapa hal yang harus dilakukan untuk menekan penularan, memotong mata rantai covid-19, dan juga percepatan vaksinasi. Guna mengantisipasi dan menekan penularan, percepatan vaksinasi terus dilakukan untuk segera mencapai target kekebalan komunal (herd immunity).

    Adapun jumlah suntikan yang diberikan telah mencapai lebih dari 67 juta dosis, terdiri dari vaksinasi dosis ke-1 sebanyak 46,98 juta dosis dan vaksinasi dosis ke-2 sebanyak 20,05 juta. Sesuai target dari Presiden Joko Widodo, jumlah yang divaksinasi ditingkatkan dari satu juta menjadi dua juta per hari agar bisa mencapai herd immunity 70 persen di akhir tahun.

    Selain vaksinasi, pemerintah juga terus mengevaluasi perkembangan lonjakan kasus covid-19 dan mengimplementasikan PPKM level III dan IV yang ditetapkan berbasis kriteria penanganan di hulu dan hilir. Airlangga menambahkan bahwa kebijakan PPKM perlu dipahami dilakukan untuk menyeimbangkan life and livelihood yang diketahui merupakan solusi optimal bersama dengan vaksinasi.

    "Untuk mengendalikan kasus aktif di hulu, pemerintah mengingatkan bahwa peran penting masyarakat dalam penerapan 3M sangat penting dan Gebrak Covid-19 ini betul-betul mengingatkan masyarakat bahwa covid-19 itu hanya bisa dicegah apabila ada partisipasi dan kedisiplinan masyarakat,"tegas dia.

    Pemerintah juga akan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk penerapan Digital Tracing dan diintegrasikan dengan aplikasi NAR dan Silacak. Tahap pertama, bagi masyarakat yang mau masuk ke tempat umum harus mengunggah aplikasi tersebut sehingga bisa diketahui sudah divaksinasi atau belum. Kedepannya, seluruh mobilitas akan bergantung pada vaksinasi.

    PCR dan swab antigen yang menjadi syarat juga dapat terdeteksi di aplikasi ini. Tahap pertama ini akan disiapkan 2-3 minggu ke depan. Selanjutnya, aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan untuk melakukan pelacakan masing-masing dan bisa memonitor seperti yang dilakukan di negara lain.

    "Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, pemerintah telah bekerja sama dengan berbagai negara termasuk Singapura dan terus mencari jalan dari dalam maupun luar negeri untuk menangani jumlah ketersediaan oksigen," pungkas Airlangga.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id