BI: Surplus Neraca Dagang Sokong Ketahanan Eksternal di Tengah Pandemi

    Husen Miftahudin - 16 September 2020 09:47 WIB
    BI: Surplus Neraca Dagang Sokong Ketahanan Eksternal di Tengah Pandemi
    BI. Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan yang tercatat pada periode Agustus 2020 berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi domestik imbas meluasnya dampak wabah pandemi covid-19.

    "Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Rabu, 16 September 2020.

    Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 kembali mencatatkan surplus sebesar USD2,33 miliar. Pada bulan sebelumnya, neraca dagang RI juga surplus sebanyak USD3,24 miliar.

    Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2020 mencatat surplus sebesar USD11,05 miliar, meningkat signifikan dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit sebanyak USD2,06 miliar.

    Surplus neraca perdagangan Agustus 2020 dipengaruhi oleh kembali surplusnya neraca perdagangan nonmigas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas Agustus 2020 mencatat surplus USD2,67 miliar, sedikit menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD3,52 miliar.

    "Perkembangan ini dipengaruhi tetap terjaganya ekspor nonmigas, terutama pada komoditas besi dan baja, logam mulia serta lemak dan minyak hewan/nabati," papar Onny.

    Sementara itu, impor nonmigas khususnya pada kelompok barang konsumsi dan bahan baku, meningkat, sejalan mulai membaiknya aktivitas ekonomi pascarelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit, yakni sebesar USD0,34 miliar yang dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas, terutama komoditas hasil minyak.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id