Sri Mulyani Kucurkan Rp2,06 Triliun ke Gugus Tugas Covid-19

    Eko Nordiansyah - 11 Mei 2020 16:18 WIB
    Sri Mulyani Kucurkan Rp2,06 Triliun ke Gugus Tugas Covid-19
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Antara/Hafidz Mubarak
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengucurkan dana sebesar Rp2,06 triliun kepada Gugus Tugas Covid-19 dari total Rp3,14 triliun. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan di rumah sakit sebesar Rp1,09 triliun.

    Tak hanya itu, anggaran sebesar Rp975 miliar digunakan untuk penggantian klaim perawatan di 129 rumah sakit yang menangani pasien covid-19. Saat ini jumlah klaim rumah sakit yang sudah dibayarkan sebesar Rp85,87 miliar untuk 1.888 pasien covid-19.

    "Saat ini telah ada beberapa kegiatan yang direfokuskan sehingga dananya dapat direalokasi untuk program penanggulangan covid-19, antara lain seperti perjalanan dinas dan kegiatan lainnya yang tidak dapat dilakukan pada periode darurat," kata dia dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dan daerah untuk melakukan refocusing anggaran bagi dana kesehatan, bantuan sosial (bansos) dan mendukung dunia usaha khususnya Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    "Selain itu kita melakukan pemotongan anggaran untuk konsolidasi fiskal, dan ada juga belanja-belanja yang tidak bisa dilaksanakan dalam kondisi covid-19," jelas dia.

    Dari hasil realokasi tersebut, anggaran akan ditujukan untuk beberapa K/L terkait teknis penanggulangan covid-19, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertahanan, Polri, Kementerian Luar Negeri, dan K/L lainnya untuk peralatan terkait penanggulangan covid-19.

    Pasca penetapan Perpres Nomor 54 Tahun 2020, ada penghematan lanjutan atas belanja K/L yang bersumber dari kegiatan/proyek yang terhambat akibat adanya pandemi covid-19, atau dapat ditunda ke tahun berikutnya.

    Pedoman penghematan tersebut adalah belanja yang tidak terkait dengan penanggulangan covid-19 dapat ditunda, belanja modal untuk proyek tidak terkait covid-19 yang dapat ditunda atau diperpanjang waktunya, kegiatan/proyek tidak terkait covid-19 yang sudah dikontrak dapat dinegosiasi kembali dengan pihak ketiga untuk ditunda pengerjaannya karena terdampak covid-19, serta belanja pegawai akan dilakukan penundaan kenaikan tunjangan kinerja dan pengangkatan CPNS, serta delayering



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id