Penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar Tertekan Akibat Korona

    Eko Nordiansyah - 19 Maret 2020 12:44 WIB
    Penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar Tertekan Akibat Korona
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebut pajak perdagangan internasional mengalami tekanan akibat virus korona (covid-19). Hal ini terlihat dari penerimaan bea masuk maupun bea keluar yang mengalami pertumbuhan negatif hingga Februari 2020.

    Data APBN Kita hingga akhir Februari 2020, bea masuk tercatat tumbuh negatif 5,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara pertumbuhan bea keluar jauh lebih dalam hingga minus 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    "Memang untuk bea masuk, bea keluar posisi sulit. Harapan kami di cukai rokok," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi dalam video conference di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

    Penerimaan bea masuk hingga akhir Februari 2020 adalah sebesar Rp5,49 triliun atau 13,72 persen dari target APBN tahun ini. Kinerja penerimaan BM masih mengalami tekanan sejak awal tahun, hal ini terlihat dari aktivitas impor barang yang melambat sebesar 4,29 persen year on year (yoy) versi Bea Cukai.

    Sementara penerimaan bea keluar baru sekitar Rp490 juta dari target APBN 2020 sebesar Rp2,6 triliun. Pelarangan ekspor komoditas pertambangan nikel yang merupakan kontributor terbesar bea keluar pada 2019, serta masih belum optimalnya ekspor tembaga menjadi penyebab utama atas perlambatan penerimaan bea keluar.

    Untuk penerimaan cukai tercatat sebesar Rp19,1 triliun masih tumbuh 89,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Penerimaan cukai baru 10,6 persen dari target dalam APBN 2020 yang ditetapkan sebesar Rp180,5 triliun.

    Penerimaan cukai yang terdiri atas cukai Hasil Tembakau (HT) sebesar Rp19,06 triliun tumbuh 93,23 persen, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Rp0,81 triliun tumbuh 33,12 persen, dan Etil Alkohol (EA) Rp0,02 triliun tumbuh 5,09 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

    "Kami akan terus lakukan operasi penertiban rokok ilegal untuk kirim message yang legal meski posisi agak sulit. Tapi so far meski produksi tumbuh tapi penerimaan naik," jelas dia.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id