comscore

Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bak Roller Coaster, Tapi Selalu di Atas Perekonomian Dunia

Eko Nordiansyah - 25 Desember 2021 17:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bak <i>Roller Coaster</i>, Tapi Selalu di Atas Perekonomian Dunia
Ekonomi Indonesia. Foto ; MI.
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 ini bergerak seperti roller coaster. Meskipun sempat terkontraksi pada kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi indonesia kemudian meroket di kuartal selanjutnya, lalu kembali terhantam covid-19 varian delta.

Di kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year. Kontraksi terjadi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun sebelumnya masih tercatat positif sebesar 2,97 persen.
Kepala BPS Suhariyanto saat itu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat kontraksi 0,96 persen pada kuartal I-2021 dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Namun, pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan dengan kontraksi yang lebih rendah.

"Apa yang kita capai ini menunjukan perbaikan yang cukup signifikan. Di kuartal II (2020) kita mengalami kontraksi yang sangat dalam minus 5,32 persen, kemudian terjadi perbaikan di kuartal III, dan di kuartal IV kita masih kontraksi minus 2,19 persen," kata dia.

Selanjutnya, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 tercatat tembus 7,07 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia meroket setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen.

Tak hanya melesat tinggi, pertumbuhan ekonomi ini ternyata merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV 2004 lalu. Menurut data BPS, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2004 mengalami pertumbuhan 6,65 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini juga membawa Indonesia keluar dari resesi. Pasalnya pertumbuhan positif ini mengakhiri catatan kontraksi ekonomi berturut-turut yang terjadi sejak kuartal II tahun lalu sampai dengan kuartal I tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi ini tertinggi sejak krisis subprime mortgage pada 2008. Bahkan pertumbuhan ekonomi yang diraih Indonesia lebih tinggi dari negara tetangga.
 
"Angka pertumbuhan ini dibandingkan dengan negara-negara peer dan tetangga, seperti India sebesar 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Jepang -1,6 persen," kata Airlangga, melalui keterangan persnya, Kamis, 5 Agustus 2021.

Dihantam varian delta

Sayangnya, penyebaran covid-19 varian delta yang meluas sejak Juli hingga Agustus menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali merosot. Pada kuartal III 2021, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 3,51 persen secara year on year (yoy).

Pengetatan mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dituding menjadi biang keladi menurunnya pertumbuhan yang secara kuartalan hanya tumbuh 1,55 persen di kuartal III-2021.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, efektivitas pelaksanaan PPKM justru membuat pertumbuhan ekonomi tetap positif. Berbagai indikator konsumsi maupun produksi juga menggambarkan ketahanan yang cukup baik.

"Ini memberikan optimisme kepada kita untuk pertumbuhan ekonomi kita bisa meningkat di kuartal IV akan lebih baik lagi. Tentu dengan asumsi varian baru, maupun terjadinya klaster akibat aktivitas di pendidikan atau ekonomi masih bisa terkendali dengan baik," ujar dia.

Secara responsif, APBN juga disesuaikan untuk menghadapi tekanan yang terjadi melalui langkah-langkah refocusing pada alokasi anggaran untuk penguatan sistem kesehatan, penanganan pandemi, vaksinasi, hingga penambahan bantuan sosial.

Konsisten di atas perekonomian global

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik ini tidak pernah berada di bawah perekonomian global dalam 20 tahun terakhir.
 
"Kita selalu tumbuhnya di atas ekonomi global, hal itu yang membuat posisi Indonesia menjadi semakin kuat dan semakin strategis, sehingga posisi Indonesia dalam global sangat diperhitungkan," kata Febrio, dalam webinar  Senin, 6 Desember 2021.

Selain Indonesia, negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas perekonomian global, yaitu Tiongkok dan India. Menurut dia, hanya ketiga negara tersebut di dunia yang pertumbuhan ekonominya di atas perekonomian global.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) IGP Wira Kusuma mengatakan perekonomian Thailand dan Malaysia masih mengalami kontraksi pada kuartal III. Di saat yang sama, ekonomi Indonesia malah mencatat pertumbuhan positif.

"Kita lihat perekonomian domestik di kuartal III, ini lebih banyak disumbang oleh pertumbuhan net ekspor. Kalau dibandingkan peer country, 3,5 persen itu sudah cukup baik, menunjukkan bahwa pemulihan tetap berjalan, tetap positif 3,5 persen," kata dia dalam pelatihan wartawan BI di Surabaya, Sabtu, 20 November 2021.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi yang positif, sejumlah sektor juga masih mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal III tahun ini. Misalnya industri pengolahan, perdagangan, pertanian yang menjadi penggerak utama ekonomi meningkat.

"Kalau kita lihat level PDB harga konstan, kuartal III sudah lebih tinggi dari precovid secara level. Boleh dibilang perbaikan ekonomi sudah melewati pre pandemi secara level, itu didorong net ekspor yang lebih tinggi," ungkap dia.

Ekonom Senior The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang relatif lebih tinggi dibandingkan peers countries. Dari Januari-September 2021, ekonomi mencatat pertumbuhan 3,24 persen.

"Karena kita lihat minusnya kita tidak terlalu drop, negara-negara lain pascacovid-19 minusnya ada yang delapan sampai sembilan persen, kita minusnya hanya dua persen lebih. Kalaupun sekarang tumbuh 3,51 persen, basenya kita sudah tinggi," jelas dia.

Dengan capaian di kuartal sebelumnya, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 bisa di atas lima persen. Dengan perkiraan itu, ekonomi sepanjang tahun diprediksi tumbuh antara 3,5 hingga empat persen.

Meski begitu, ia mengingatkan penyebaran varian covid-19 baru yaitu omicron masih perlu diwaspadai ke depan. Perkembangan dinamika global juga menjadi perhatian karena bisa berdampak terhadap pemulihan ekonomi nasional.

"Risiko global juga meningkat, terutama terkait percepatan tapering off di Amerika Serikat, meningkatnya tekanan inflasi global, serta perlambatan ekonomi Tiongkok," pungkas dia.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id