comscore

Kebijakan The Fed Bikin Penawaran Surat Utang RI Turun

M Ilham Ramadhan - 11 Mei 2022 12:45 WIB
Kebijakan The Fed Bikin Penawaran Surat Utang RI Turun
Ilustrasi logo The Fed - - Foto: dok AFP
Jakarta: Dampak kebijakan normalisasi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) berimbas pada menurunnya minat investor pada Surat Utang Negara (SUN) Indonesia. Hal tersebut tercermin dari total penawaran masuk pada lelang surat utang negara (SUN) Indonesia.

Pemerintah melelang tujuh seri SUN yakni SPN03220810 (new issuance), SPN12230203 (reopening), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening), dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total penawaran yang masuk ialah Rp19,74 triliun.
Penawaran itu lebih rendah dari target indikatif sebesar Rp20 triliun dan target maksimal senilai Rp30 triliun. Adapun dari pelelangan tersebut, pemerintah memenangkan penawaran atas tujuh seri SUN dengan nilai Rp7,76 triliun.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, selain penaikan suku bunga acuan oleh The Fed, konflik Rusia-Ukraina dan penyebaran covid-19 di Tiongkok turut melemahkan minat investor.


"Kondisi risk off tersebut berdampak pada appetite investor terhadap emerging market asset secara global, yang turut memengaruhi incoming bids lelang SUN hari ini lebih rendah dibandingkan lelang SUN sebelumnya," ujar Deni melalui keterangan resminya, dikutip Rabu, 11 Mei 2022.

Namun demikian, kata Deni, kondisi perekonomian domestik yang tercatat positif di triwulan I dan penilaian dari lembaga pemeringkat S&P menjadi faktor yang menjaga kepercayaan investor.

Preferensi investor untuk obligasi negara pada lelang tersebut masih pada dua seri benchmark dengan tenor lima dan 10 tahun yang mencapai 54,5 persen dari total incoming bids dan 27,0 persen dari total awarded bids. Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 10 tahun yaitu sebesar Rp7,85 triliun.

"Partisipasi investor asing pada lelang kali ini mayoritas juga pada tenor lima dan 10 tahun, dengan total penawaran masuk mencapai Rp1,33 triliun atau 6,72 persen dari total incoming bids dan dimenangkan sebesar Rp0,61 triliun atau 7,92 persen dari total awarded bids," terang Deni.

Secara umum, lanjutnya, level WAY lelang SUN kali ini untuk seri obligasi negara dinilai cukup atraktif bagi investor dengan rentang 6,62500 persen sampai dengan 7,45896 persen, sedangkan tenor 10 tahun di level 7,32915 persen. Hal tersebut sesuai dengan kondisi dan pergerakan tingkat imbal hasil di pasar domestik beberapa hari terakhir.

Pemerintah, imbuh Deni, memutuskan untuk melaksanakan lelang SUN tambahan (green shoe option/SGO) pada Kamis, 12 Mei 2022. Lelang GSO itu menawarkan seri obligasi negara FR0090, FR0091, FR0093, dan FR0092 dengan WAY yang sama dengan lelang hari ini. Adapun target maksimal dari lelang SGO itu ditargetkan mencapai Rp12,24 triliun.

"Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) 2022, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada 24 Mei 2022. Pemerintah optimis kondisi pasar ke depan akan lebih kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN," pungkas Deni. 


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id