Serupa Singapura, Ekonomi RI Diprediksi Masih akan Terkontraksi

    Eko Nordiansyah - 09 September 2020 11:40 WIB
    Serupa Singapura, Ekonomi RI Diprediksi Masih akan Terkontraksi
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
    Jakarta: Ekonomi Indonesia diprediksi masih akan mengalami kontraksi sepanjang tahun ini. Kondisi ini sebagaimana yang dialami oleh negara lain seperti Singapura, yang ekonominya diprediksi ambles hingga enam persen.

    "Indonesia akan mengalami hal yang sama. Kontraksi ekonomi masih akan berlangsung sampai dengan akhir tahun," kata Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah kepada Medcom.id, Rabu, 9 September 2020.
     
    Ia menambahkan kontraksi ekonomi nasional terjadi karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai. Bahkan jika pandemi tidak bisa diatasi, maka pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus mengalami tekanan.
     
    "Selama wabah masih berlangsung, kontraksi ekonomi tidak bisa dihindari. Apalagi kasus di Indonesia belum menunjukkan melandai, rekor jumlah kasus masih terus terjadi setiap hari," ungkap dia.

     
     


    Meski begitu, Piter menyebut, berlanjutnya kontraksi bukan berarti pemulihan ekonomi akan sulit dicapai dalam waktu dekat. Hanya saja penanganan covid-19 sebagai sumber kontraksi pada ekonomi harus menjadi yang utama untuk segera diatasi.

    "Kontraksi bukan berarti perlambatan pemulihan ekonomi. Kontraksi terjadi akibat wabah, ketika wabah berlalu pemulihan ekonomi akan bisa cepat," pungkasnya.


    Sebelumnya diberitakan pelaku sektor swasta memperkirakan ekonomi Singapura terkontraksi enam persen tahun ini, sedikit turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,8 persen. Hal ini menyusul penurunan yang lebih buruk dari perkiraan pada kuartal II-2020.
     
    Hal itu terungkap dalam survei kuartalan terbaru dari Monetary Authority of Singapore (MAS) yang dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 8 September 2020 yang menyurvei 26 ekonom dan analis.
     
    Para pengamat ekonomi sebelumnya memperkirakan penurunan 11,8 persen pada kuartal II-2020, tetapi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan resmi menunjukkan penurunan 13,2 persen.  


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id