Pemulihan Ekonomi Indonesia Ada Pola W dan K, Ini Penjelasannya

    M Ilham Ramadhan - 18 Oktober 2021 15:13 WIB
    Pemulihan Ekonomi Indonesia Ada Pola W dan K, Ini Penjelasannya
    Ilustrasi. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.



    Jakarta: Ekonom senior Faisal Basri mengungkapkan pemulihan ekonomi Indonesia tak hanya berpotensi mengalami pertumbuhan berpola W. Ternyata, pemulihan ekonomi di Indonesia bisa berpotensi berbentuk pola K.

    Apa sih bedanya pemulihan ekonomi berpola W dan pola K? Berikut penjelasannya:

    Pemulihan ekonomi pola K

    Pertumbuhan ekonomi pola K artinya, pemulihan hanya akan terjadi pada sektor atau kelompok tertentu, dan lainnya akan terjun bebas dari kondisi sebelum pandemi.

     



    Faisal menilai, target pertumbuhan yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya hanya untuk mempermudah hitung-hitungan ekonomi dan keuangan negara.

    Namun dalam realisasinya, lanjut dia, kebijakan dan dukungan pemerintah pada masyarakat lebih berperan dan menentukan arah pertumbuhan.

    "Kalau saya lebih mementingkan kualitas dari pemulihan itu sendiri," kata Faisal, dalam webinar Bincang APBN 2022, Senin, 18 Oktober 2021.

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai atau pun melampaui target APBN tak akan berarti bila tak berkualitas. Dalam hal ini, Faisal mendorong agar pemulihan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan kelompok masyarakat dan tak melulu dinikmati segelintir orang.

    Pemulihan ekonomi pola W

    Sementara pemulihan ekonomi pola W berarti ekonomi Indonesia pada satu titik akan mengalami pemulihan dengan kurva pertumbuhan yang meningkat, namun kembali menurun dan selanjutnya naik lagi.

    Menurut ekonom Chatib Basri, target vaksinasi 70 persen dari total penduduk Indonesia akan menentukan pemulihan ekonomi yang kokoh.

    "Jadi saya mau bilang, selama herd immunity belum tercapai, selama vaksin roll out belum bisa mencapai 70-80 persen, maka ada risiko pemulihan ekonomi itu bentuknya W," ujar Chatib.

    Bila pemulihan ekonomi berpola W, maka mau tak mau pemerintah harus kembali mengandalkan APBN sebagai tameng dari dampak pandemi. Karena itu, pemerintah mesti bisa menuntaskan target vaskinasi paling lambat pada triwulan I-2022. Target herd immunity yang tercapai dapat menjadi modal besar untuk mencapai target-target lain yang telah ditetapkan dalam APBN 2022.

    Perekonomian dinilai dapat tumbuh sesuai dengan target di angka 5,2 persen. Percepatan vaksinasi jadi keniscayaan untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pasalnya, beberapa proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan lembaga internasional menunjukkan, negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi memiliki peluang untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id