Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jangan Cuma Andalkan Vaksinasi

    Husen Miftahudin - 04 Juni 2021 18:30 WIB
    Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jangan Cuma Andalkan Vaksinasi
    Ilustrasi vaksinasi massal covid-19 di Indonesia - - Foto: dok Kemenkominfo



    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai Indonesia sebagai negara pengimpor vaksin akan mendapat tantangan tersendiri untuk mengendalikan pandemi. Sementara bagi negara-negara produsen vaksin, pemulihan dan pertumbuhan ekonominya bakal lebih cepat.

    "Untuk itu, pemerintah dinilai tak boleh hanya mengandalkan vaksinasi. Faktor pengendalian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas menjadi penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi enam persen," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Pernyataan Ibrahim tersebut senada dengan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam virtual seminar LPPI kemarin. Dody menekankan bahwa Indonesia harus mewaspadai berbagai risiko yang bisa menghalangi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

    "Target pertumbuhan ekonomi enam persen di 2021 sangat bergantung dari kemampuan pemerintah dalam meredam pandemi covid-19," kata Dody.

    Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang tahun ini diperkirakan ada di level 6,2 persen. Namun Dody mengatakan bahwa peluang Indonesia untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi enam persen dibayangi oleh penanggulangan pandemi yang dilakukan pemerintah.

    Apabila gagal dan Indonesia mengalami gelombang pandemi baru layaknya India, Dody mengatakan pemulihan ekonomi di Indonesia bisa berpotensi melambat.

    "Kecepatan pertumbuhan enam persen itu tergantung apakah munculnya gelombang baru kasus covid-19. Karena sekarang beberapa negara muncul third wave, dan ini bisa mendorong ke bawah (dari proyeksi) enam persen," tuturnya.

    Di sisi lain, Ibrahim menilai bahwa perbankan saat ini masih kelebihan likuiditas. Artinya, penyaluran kredit juga masih lemah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan episentrum pandemi yang bergeser, sehingga akses dan kecepatan vaksinasi masih belum bertambah.

    "Selain itu, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021, di berbagai negara masih negatif sehingga mempengaruhi ekonomi Indonesia itu sendiri," tutup Ibrahim.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id