Kenapa Sih Harus Lapor SPT Pajak?

    Ade Hapsari Lestarini - 16 Maret 2021 06:19 WIB
    Kenapa Sih Harus Lapor SPT Pajak?
    Ilustrasi pengisian SPT Pajak. Foto: Medcom.id.



    Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah memberi notifikasi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak ke para Wajib Pajak (WP).

    Baik orang pribadi, maupun badan, diimbau untuk segera melaporkan SPT tahunan pada tahun sebelumnya. Batas akhir pelaporan SPT tahunan orang pribadi adalah 31 Maret. Sementara untuk badan, batas akhir pelaporan SPT tahunan badan adalah 30 April.

     



    Lantas, wajibkah kita melapor SPT pajak tahunan?

    Melansir laman Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Selasa, 16 Maret 2021, berdasarkan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, SPT adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

    Sementara SPT adalah surat pemberitahuan untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak. Setiap wajib pajak wajib mengisi surat pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas.

    Sesuai dasar hukum tersebut dapat disimpulkan bahwa SPT adalah sarana pelaporan pajak yang berisikan penghasilan, biaya, laba atau rugi, pajak yang terutang, kredit pajak, harta, kewajiban, dan/atau lainnya yang dipersyarakatkan menurut peraturan perpajakan.

    SPT Tahunan juga merupakan sarana untuk mempertanggungjawabkan seluruh hak dan kewajiban perpajakan dalam suatu tahun pajak. Muara dari proses pengisian SPT Tahunan adalah munculnya jumlah kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya dibayarkan dalam satu tahun.

    Adapun kewajiban pelaporan SPT Tahuan berdasar pada Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Bunyi dari Pasal 3 Undang-undang tersebut adalah:

    "Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan  jelas, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat wajib pajak terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak."

    Oleh karena itu, seluruh wajib pajak wajib untuk melaporkan SPT Tahunan dengan benar, lengkap, dan jelas sesuai pengamalan pelaksanaan Undang-undang. Jika kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, maka sanksi sesuai peraturan yang berlaku dapat menanti.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id