Jika tak Kembangkan Industri, Ekonomi RI Mentok 5,5%

Suci Sedya Utami - 17 April 2018 19:37 wib
Menteri PPN Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANT/Sigid
Menteri PPN Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANT/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan perekonomian Indonesia diperkirakan hanya bisa tumbuh paling tinggi hingga 5,5 persen.

Hal tersebut disampaikan dia saat memberikan sambutan kunci dalam acara The 4th Industrial Dialogue Grand Session: The Study on the Promotion of Globally Competitive Industry. Bambang mengatakan perkiraan tersebut berdasarkan hasil studi atau temuan yang mengatakan tentang potensi  pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Walaupun kita memacu ekonomi setinggi-tingginya pada kondisi hari ini, dengan iklim bisnis seperti ini, dengan iklim daya saing seperti yang kita miliki sekarang, maksimal kita hanya akan tumbuh 5,5 persen," kata Bambang menirukan hasil studi tersebut di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

Bambang kemudian menjelaskan, keterbatasan pertumbuhan tersebut sangat dipengaruhi oleh belum adanya terobosan yang berasal dari sektor industri pengolahan atau manufaktur. Selama ini, kata dia, sektor manufaktur belum menunjukkan peranannya untuk bisa membawa pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi.

Oleh karenanya, kata mantan Menteri Keuangan ini, apabila Indonesia tak ingin menjadi seperti yang diperkirakan dalam hasil studi tersebut, maka sektor industri harus diperkuat.

Hal ini, kata dia, sebenarnya sesuai dengan upaya pemerintah yang saat ini tengah memperbaiki dan mengembangkan industri manufaktur, yakni dengan memberikan berbagai kelonggaran melalui insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance dan lain sebagainya.

"Jadi kita semua jangan pesimis, bahwa 5,5 persen itu mentok. 5,5 persen itu masih bisa diangkat ke atas tapi syaratnya harus ada perbaikan menyeluruh di sektor manufaktur," tutur Bambang.

Lebih jauh dirinya menambahkan, pengembangan atau revitalisasi sektor industri manufaktur akan bisa bermanfaat besar bagi keseluruhan kegiatan ekonomi.


 


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.