Sri Mulyani Minta Polri Kawal Pelaksanaan Program PEN

    Eko Nordiansyah - 07 April 2021 11:09 WIB
    Sri Mulyani Minta Polri Kawal Pelaksanaan Program PEN
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Mohamad Irfan



    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta Polri turut mengawasi pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar tidak terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran. Tahun ini alokasi anggaran PEN mencapai Rp699,43 triliun.

    Karenanya, ia sering mengundang Kapolri maupun Kabareskrim hadir dalam pembahasan mengenai bagaimana desain penanganan pemulihan ekonomi ini.






    "Dengan harapan Kepolisian Republik Indonesia terutama dari Bareskrim memahaminya sehingga kemudian bisa memberikan kawalan atau bahkan masukan sehingga semua uang negara itu bisa betul-betul tercapai kepada tujuannya," katanya dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, Rabu, 7 April 2021.

    Ia menambahkan pengawasan pelaksanaan anggaran program PEN dilaksanakan secara sistematis. Di level pemerintahan, pengawasan pelaksanaan anggaran program PEN dilakukan oleh Inspektorat Jenderal pada level kementerian serta dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    Selain itu, pemerintah juga bekerjasama dengan aparat penegak hukum yaitu Polri, Kejaksaan dan KPK untuk juga melakukan pengawasan. Secara eksternal, pemerintah terus melakukan kerjasama dan komunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor eksternal pemerintah.

    Lebih lanjut, pemerintah dengan Polri membuat suatu MoU supaya masing-masing pihak bisa mengetahui data serta informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan, sehingga bisa saling memberikan feedback informasi mengenai pelaksanaan program pemulihan ekonomi.


    "Saya berharap kerjasama ini akan terus berlangsung di 2021 karena memang anggaran program pemulihan ekonomi nasional ini bahkan meningkat hampir 20 persen dibandingkan 2020," tutur Sri Mulyani.

    Meski begitu, ia berharap peran kepolisian dalam bentuk pencegahan dan penindakan tidak hanya pada konteks program PEN saja, namun pada keseluruhan pengelolaan keuangan negara. Sebab APBN adalah instrumen keuangan negara yang sangat menentukan bagi kesejahteraan rakyat dan roda pembangunan negara.

    Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menegaskan bahwa Polri memiliki peranan yang penting tidak hanya dalam program menjaga pemulihan ekonomi tetapi juga dalam menjaga keamanan negara. Menurutnya, tidak ada negara yang bisa maju ekonominya apabila keamanan dan stabilitas sosial politik bisa terjaga dengan baik.

    "Saya berharap keseluruhan kualitas anggaran dari kepolisian akan terus dikelola secara baik. Baik itu untuk mendukung operasional, hingga sampai level ke Kelurahan atau Desa, ataupun dari pembelian berbagai alat khusus yang memang dibutuhkan oleh kepolisian di dalam menghadapi dinamika sosial ekonomi yang semakin canggih," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id