Dubes RI di Singapura: Banyak Negara Tertarik Investasi di Indonesia

    Antara - 15 September 2021 17:36 WIB
    Dubes RI di Singapura: Banyak Negara Tertarik Investasi di Indonesia
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id



    Jakarta: Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengatakan banyak pelaku usaha dari berbagai negara yang tertarik berinvestasi di Indonesia. Derasnya arus investasi yang masuk ke Tanah Air tentu diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    "Kita percaya Indonesia itu negara yang terlalu menarik. Saya 10 bulan di Singapura, banyak sekali pengusaha, tidak hanya dari Singapura, tapi juga dari Bahrain, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab, mereka datang menanyakan apa peluang yang bisa dilakukan di Indonesia," tuturnya, dilansir dari Antara, Rabu, 15 September 2021.

     



    Karena itu, ia membangun business connect di Kedutaan Besar RI di Singapura guna menjembatani investasi para pelaku usaha dari berbagai negara tersebut ke Indonesia. Menurutnya Indonesia memiliki daya tarik antara lain berupa penduduk usia produktif yang berjumlah besar.

    Di samping dari negara-negara itu, menurutnya Indonesia juga bisa mendapatkan sebagian dari investasi dari Amerika Serikat (AS) di Singapura. "Investasi dari Amerika Serikat ke Singapura itu USD315 miliar yang tidak mungkin semua diinvestasikan di Singapura yang memang sangat terbatas lahannya. Ini peluang untuk Indonesia," ucapnya.

    Dengan menarik sekitar satu persen saja dari aset keuangan di Singapura yang nilainya mencapai USD4 triliun, ia mengatakan, perekonomian Indonesia dapat bergerak dengan luar biasa. Apalagi saat ini dapat dikatakan Singapura menjadi satu-satunya pasar uang di Asia karena Hong Kong sedang mengalami sedikit gejolak politik.

    "Jadi USD4 triliun ini kalau kita tarik satu persennya saja ke indonesia, ini akan menggerakkan ekonomi yang sangat luar biasa. Potensi yang kita miliki itu baik Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), pasar, angkatan kerja muda, Indonesia memang punya peluang menjadi kekuatan ekonomi nomor empat atau lima di dunia pada 2050," imbuhnya.

    Untuk merealisasikan potensi investasi yang ada, menurutnya, Indonesia sebetulnya tinggal memanfaatkan alat yang telah dibuat, seperti Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan pada 2020 lalu.

    "Undang-undang sudah kita siapkan, tinggal kemauan kita. Kreativitas, inovasi, dan sikap terbuka untuk menjadi bagian dari perekonomian global, ini yang harus kita kembangkan," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id